Netral English Netral Mandarin
04:09wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Bandingkan Akidi Tio dengan Rp11.000 T Jokowi, Said Didu: Sama2 Hoax, Tak Sesuai yang Dikatakan

Kamis, 05-Agustus-2021 13:20

Said Didu dan Presiden Joko Widodo
Foto : Kolase Netralnews
Said Didu dan Presiden Joko Widodo
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Muhammad Said Didu menyentil Presiden Jokowi dengan membandingkan soal hoaks Akidi Tio dengan dirinya.

“Sedang muncul pembelaan bedakan Rp 2 trilyun Kel Akidi Tio dg Rp 11.000 trilyun yg dikatakan Pak Jokowi, kesamaannya adalah sama2 adalah hoax - krn terbukti keduanya tdk bisa digunakan atau masuk ke negara sesuai yg dikatakan,” cuit Said Didu, Kamis 5 Agustus 2021.

Untuk diketahui, setelah jagat maya diramaikan dengan dugaan hoax keluarga Akidi Tio yang akan menyumbang Rp2 triliun untuk penanganan pandemi covid-19 di Indonesia, kini netizen menghubungkan kasus itu dengan pidato Rp11 ribu triliun yang diutarakan Presiden Joko Widodo.

Pada 2016, dalam acara sosialisasi Tax Amnesty di Balikpapan, Jokowi mengklaim telah mengantongi data soal jumlah dana/aset warga negara Indonesia (WNI), baik individu maupun perusahaan, yang disimpan di luar negeri. Ia menyebut jumlahnya mencapai Rp11 ribu triliun.

Pada 2020, isu dana/aset WNI Rp11 ribu triliun itu sempat berubah menjadi hoaks bahwa pemerintah memiliki dana di luar negeri. Kominfo telah meluruskan kabar hoaks tersebut dan menyatakan Pemerintahan Jokowi memiliki dan menyimpan uang Rp11 ribu triliun di luar negeri adalah informasi menyesatkan.

Dengan adanya isu hoax yang menyeret keluarga Akidi Tio itu, warganet lantas menyamakan kasus itu dengan pidato presiden Jokowi yang dituturkan 5 tahun lalu. Salah satunya pada akun @ndcapio.

Ia menghubungkan bahwa pidato Jokowi itu bertepatan dengan kasus hoax keluarga Akidi Tio ditangkap, yang juga menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia 5 tahun lalu.

"Iseng-iseng buka video 11.000 T dan di kantong sebelahnya lebih banyak lagi. Rupanya pidato tersebut tepat hari Senin 1 Agustus 2016, 5 tahun yg lalu. Hari ini senin, 2 Agt 2021 prank 2T ditangkap. Sungguh ajaib, keduanya terjadi menjelang Hari Kemerdekaan," ujar @ndcapio seperti dinukil CNN Indonesia, Selasa (3/8).

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli