3
Netral English Netral Mandarin
16:28 wib
Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi jalannya Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat dan petir hari ini, Senin (8/3).
Bandingkan Kasus Raffi-Ahok, RH: Rizieq Belum Jadi Tersangka Dipepet Terus

Rabu, 20-January-2021 09:00

REfly Harun sindir Raffi dan Ahok.
Foto : Instagram
REfly Harun sindir Raffi dan Ahok.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun membandigkan perlakuan hukum yang diterima Rizieq Shihab dengan Artis Raffi Ahmad dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Meski diakui Refly, keduanya merupakan kasus yang berbeda.

Diduga Refly, mungkin benar apa yang dikatakan Kepolisian bahwa kasus Raffi-Ahok tidak melanggar protokol kesehatan. Tetapi yang dipertanyakan, kenapa tidak dipanggil dulu sebagai saksi atau untuk klarifikasi.

Menurut Refly seharusnya Raffi-Ahok perlu dipanggil pihak Kepolisian untuk melakukan klarifikasi. Kemudian hasil dari klarifikasi tersebut baru disimpulkan bahwa tidak ada pelanggaran protokol kesehatan.

"Tetapi ini tanpa klarifikasi, langsung saja mengatakan tidak ada pelanggaran sama sekali. Ini juga menjadi pertanyaan menurut saya, akibatnya dianggap sangat jomplang perlakuannya pada waktu itu misalnya Habib Rizieq," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Rabu (20/1/2021).

Menurut Refly, Rizieq yang belum dijadikan tersangka saja sudah dipepet, dikuntit dan dibuntuti. Padahal Rizieq saat itu masih ditahap menyampaikan klarifikasi.

"Ini di klarifikasi saja tidak, tiba-tiba Polisi langsung menyimpulkan tidak melanggar protokol kesehatan. Terlihat betul jomplangnya," tegas Refly.

Tantangan bagi pihak aparat penegak hukum agar ke depan jadi lebih adil dalam memperlakukan kasus yang serupa walaupun tak sama, tapu sama-sama judulnya adalah pelanggaran protokol kesehatan. Sehingga sense of justice, nalar, dan logika publik tidak terganggu dan tercerai karena dianggap ada perlakuan yang berbeda.

Diakui menjadi adil itu tidak mudah karena sangat subjektif. Imbauan Refly, jangan terlalu mudah untuk menerapkan pasal-pasal pidana terhadap apapun di Republik ini kecuali kejahatan absolut.

Kejahatan absolut yang dimaksud misalnya pemerkosaan, perampokan, penjambretan, pembunuhan, pembegalan, korupsi, dan teroris.

"Kalau itu (kejahatan absolut) bolehlah kita tidak berdebat lagi. Mereka harus ditindak negara, harus sangat tegas terhadap kejahatan tersebut. Tetapi kalau yang pelanggaran protokol kesehatan, ujaran kebencian, penghinaan dan lain sebagainya, itu masa ancaman hukumannya lebih besar daripada koruptor," ujar Refly.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani