Netral English Netral Mandarin
05:17wib
LSI Denny JA menilai, PDI Perjuangan berpotensi akan mengalami kekalahan jika mengusung Ketua DPR Puan Maharani sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang. Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia menegaskan fasilitas kesehatan di Indonesia bisa tumbang dalam 2-4 minggu jika pengendalian pandemi tidak diperketat.
Bangsa Arab Tak Reaktif Terhadap Konflik Israel – Palestina, FH: Beda dengan Disini, Dijadikan Komoditas Politik dan Uang

Minggu, 16-Mei-2021 18:30

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean mengkritik oknum yang menggunakan konflik Israel – Palestina sebagai komoditas politik dan untuk mencari uang. Menurutnya, konflik Israel – Palestina sudah berulang kali terjadi dan dunia internasional, termasuk Arab Saudi tidak pernah bereaksi berlebihan menanggapi hal ini. 

“Seperti biasa, tenang lagi..!! Hal seperti ini sudah berulang ksli dan bukan baru kali ini. Dunia Arab sudah paham itu makanya tidak reaktif atas apa yg terjadi.

Beda dgn dinegeri ini, banyak yg ambil kesempatan jadikan konflik bangsa asing jd sbg komoditas politik dan uang,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Minggu (16/5/2021).

Cuitan Ferdinand ini ikut menyertakan tangkapan berita sebuah media online yang isinya tentang Presiden Amerika Serikat Joe Bidden yang berencana menghubungi Presiden Palestina untuk membicarakan gencatan senjata. 

Sebelumnya, Ferdinand mengaku tak perduli atas konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina.

Melalui akun Twitternya, Ferdinand mengatakan, baginya, Israel mau dicaci maki hingga dicap sebagai teroris dirinya tak perduli.

Begitu juga dengan Palestina, mau dianggap malaikat juga tak perduli. Karena menurut Ferdinand, Israel dan Palestina bukan bangsanya.

"Bg sy, Israel itu mau dicaci maki, dilabeli teroris, pembunuh, setan, sy tak perduli, itu bkn bangsaku. Atau Palestina dicap malaikat, pintu surga, atau jin, sy jg tak perduli, itu bkn negeriku," kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

Dirinya, kata Ferdinand, hanya perduli tentang nasib Indonesia, negeri leluhur dan kemanusiaan di dunia.

"Sy perduli ttg Indonesia, negeri warisan leluhurku dan soal kemanusiaan di dunia," tulis dia lagi.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Wahyu Praditya P