Netral English Netral Mandarin
10:25wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Banjir Bandang dan Longsor di NTT: 68 Orang Meninggal dan 70 Masih Dinyatakan Hilang

Selasa, 06-April-2021 05:15

Banjir bandang NTT
Foto : Republika
Banjir bandang NTT
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Senin (5/4/2021) pukul 14.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 68 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, angka tersebut merupakan jumlah keseluruhan dari 10 kabupaten dan 1 kota yang terdampak bencana di NTT.

"Masih dalam proses pendataan, jadi ini akan sangat dinamis sekali. Yang kami himpun dari semua wilayah yang terdampak, ada 68 orang meninggal dunia. Sekali lagi ini adalah kumulatif dari beberapa wilayah yang ada," ujar Raditya dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin siang.

Raditya merinci, dari jumlah tersebut, 44 orang di antaranya meninggal dunia di Kabupaten Flores Timur, 11 orang di Lembata, 2 orang di Ende, dan 11 orang di Alor.

"Jadi ini adalah total yang kami dapatkan informasi terakhir, dan masih ada beberapa catatan orang yang masih hilang dalam proses pencarian," ujarnya.

Raditya menyebut ada 70 orang dinyatakan hilang dengan rincian 26 orang di Flores Timur, 16 di Lembata, dan 28 orang di Alor. Selain itu, 15 orang luka-luka dan sebanyak 2.655 terdampak bencana tersebut.

Untuk kerugian materiil, BNPB mencatatsebanyak 25 rumah rusak berat, 17 rumah hanyut, 114 rusak sedang, 60 rumah terendam, dan 743 rumah terdampak. Kemudian 5 jembatan putus, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 1 fasilitas umum rusak, dan 1 kapal tenggelam.

Lebih lanjut, Raditya mengungkapkan, TNI sudah mendirikan 20 titik dapur lapangan di 4 kabupaten, yakni 2 titik di Kabupaten Timor Timur Selatan, Kabupaten Flores Timur 4 titik, dan 10 titik di Kabupaten Bima.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati