Netral English Netral Mandarin
01:02wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Bank Indonesia Dorong Perbankan Kucurkan 30% Pinjaman ke UMKM

Kamis, 02-September-2021 23:40

Ilustrasi bank Indonesia
Foto : Istimewa
Ilustrasi bank Indonesia
36

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bank sentral Indonesia akan mewajibkan pemberi pinjaman untuk mencairkan setidaknya 30?ri pinjaman mereka kepada perusahaan ultra mikro, kecil dan menengah ( UMKM ). Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghidupkan kembali pertumbuhan kredit yang lambat yamng telahmenghambat pemulihan ekonomi.

"Bank harus mengalokasikan minimal 20?ri total kreditnya kepada usaha mikro, kecil dan menengah tahun depan, dengan proporsi secara bertahap meningkat menjadi 25% pada tahun 2023 dan menjadi 30% pada tahun 2024," tulis Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono, Direktur Eksekutif Bank Indonesia dalam siaran pers, Kamis (2/9/2021).

Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial, yang berlaku untuk bagi bank umum syariah maupun non-syariah.

Bank sentral juga akan memperluas jenis pinjaman yang dapat diberikan pemberi pinjaman kepada perusahaan kecil, termasuk pinjaman langsung, pembiayaan rantai pasokan atau pembelian sekuritas. Mereka juga dapat memenuhi ambang batas dengan meminjamkan kepada non- UMKM dan lembaga non-keuangan yang akan menyalurkan dana ke mitra UMKM mereka.

Bank sentral juga akan memperluas jenis pinjaman yang dapat diberikan pemberi pinjaman kepada perusahaan kecil, termasuk pinjaman langsung, pembiayaan rantai pasokan atau pembelian sekuritas. Mereka juga dapat memenuhi ambang batas dengan meminjamkan kepada non- UMKM dan lembaga non-keuangan yang akan menyalurkan dana ke mitra UMKM mereka. Aturan baru berlaku 31 Agustus.

Peraturan ini diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit ke UMKM yang banyak di antaranya masih kekurangan akses ke pembiayaan formal. Sementara itu, banyak bank yang cenderung menghindari risiko dengan mempertahankan pertumbuhan pinjaman hanya 0,5% secara tahunanpada Juli lalu meskipun BI terus mempertahankan kebijakan suku bunga rendah.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Irawan HP