3
Netral English Netral Mandarin
17:39 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Bank Syariah Indonesia Tumbuh Pesat, Terbuka bagi Muslim dan Non-Muslim?

Senin, 01-Februari-2021 18:09

Ilustrasi Bank Syariah Indonesia Tumbuh Pesat, Diharapkan Terbuka bagi Muslim dan Non-Muslim
Foto : Sindonews
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia Tumbuh Pesat, Diharapkan Terbuka bagi Muslim dan Non-Muslim
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan melesat dipicu peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara.

IHSG ditutup menguat 205,19 poin atau 3,5 persen ke posisi 6.067,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 35,32 poin atau 3,87 persen ke posisi 947,3.

Analis Foster Asset Management Hans Mulyadi Irawan di Jakarta, Senin, mengatakan IHSG memang sudah mengalami kelebihan aksi jual (oversold) setelah terkoreksi tujuh hari berturut-turut sehingga indeks memantul di area support-nya.

"Hari ini menguat di hampir semua sektor terutama oleh saham-saham BUMN di sektor mining, banking, dan konstruksi yang sudah oversold dan mengalami penurunan berturut-turut. Kalau untuk hari ini memang sentimen efektif beroperasinya Bank Syariah Indonesia (BRIS), SWF dan data indeks manufacturing Indonesia yang membaik yang jadi pemicu menguatnya indeks," ujar Hans.

Presiden Jokowi di Istana Negara pada hari ini meresmikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang merupakan penggabungan tiga bank syariah BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Saham BRIS sendiri awal pekan ini melesat 360 poin atau 14,75 persen menjadi Rp2.800 per saham.

Hans memprediksi sepekan ini IHSG masih memiliki peluang menguat meski akan cenderung terbatas karena masih minimnya sentimen positif di pasar.

Dibuka melemah, selang sejam IHSG menguat dan terus berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor meningkat dengan sektor teknologi paling tinggi yaitu 10,07 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor infrastruktur estat masing-masing 8,25 persen dan 5,24 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi jual saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp594,83 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.884.555 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,39 miliar lembar saham senilai Rp24,02 triliun. Sebanyak 350 saham naik, 163 saham menurun, dan 123 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 427,66 poin atau 1,55 persen ke 28.091,05, Indeks Hang Seng naik 609,15 poin atau 2,15 persen ke 28.892,86, dan Indeks Straits Times terkoreksi 4,04 atau 0,14 persen ke 2.898,48.

Diharapkan Terbuka untuk Siapa Saja

Presiden Joko Widodo juga menyampaikan harapannya agar Bank Syariah Indonesia dapat terbuka bagi semua nasabah baik Muslim maupun non-Muslim.

"Saya menyampaikan yang pertama Bank Syariah Indonesia harus benar-benar menjadi bank syariah yang universal, artinya harus terbuka, harus inklusif, harus menyambut baik siapapun yang ingin menjadi nasabah agar menjangkau lebih banyak masyarakat di Tanah Air," kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (1/2/21), dalam peresmian PT Bank Syariah Indonesia Tbk, yang merupakan penggabungan tiga bank syariah BUMN yakni PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri dan PT Bank BNI Syariah.

"Jadi jangan berpikir bank syariah Indonesia ini hanya untuk umat Muslim saja, yang non-muslim pun juga harus diterima Dan disambut baik menjadi nasabah Bank Syariah Indonesia," ungkap Presiden.

Presiden Jokowi meminta semua yang mau bertransaksi atau berinvestasi secara syariah harus disambut sebaik-baiknya di Bank Syariah Indonesia.

"Bank Syariah Indonesia juga harus bisa memaksimalkan penggunaan teknologi digital, digitalisasi ini wajib agar bisa menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau oleh layanan perbankan," tambah Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, sebagai barometer perbankan syariah di Indonesia, Bank Syariah Indonesia harus jeli menangkap peluang.

"Bank Syariah Indonesia harus jeli dan gesit menangkap peluang, harus mampu menciptakan tren-tren baru dalam perbankan syariah dan bukan hanya mengikuti tren yang sudah ada," tambah Presiden.

Presiden Jokowi mengutip data The State of Global Islamic Economy Indicator Report mengungkapkan sektor ekonomi syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang berarti.

Tumbuh melebihi konvensional

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kinerja industri perbankan syariah di Indonesia mampu bertumbuh lebih pesat dibandingkan perbankan konvensional meskipun di tengah masa sulit pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah di tengah krisis pandemi COVID-19, saya senang memperoleh laporan bahwa kinerja perbankan syariah Indonesia tetap mencatat pertumbuhan yang stabil, bahwa perbankan syariah berhasil tumbuh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perbankan konvensional. Sekali lagi ini kita patut syukuri,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Istana Negara.

Presiden Jokowi mengatakan di tengah krisis pandemi COVID-19 industri perbankan syariah mampu menumbuhkan aset hingga 10,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional yang sebesar 7,7 persen.

Kemudian dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), industri perbankan syariah mampu meraup pertumbuhan 11,56 persen, sementara bank konvensional sebesar 11,49 persen.

Sedangkan dari sisi pembiayaan, industri perbankan syariah bertumbuh 9,42 persen atau jauh lebih tinggi dibandingkan bank konvensional yang sebesar 0,55 persen.

Dengan data-data pertumbuhan itu, Presiden Jokowi mengaku yakin ekonomi syariah Indonesia akan terus bertumbuh pesat.

“Saya meyakini ekonomi syariah Indonesia akan tumbuh sangat cepat, akan berkontribusi besar dalam mewujudkan kesejahteraan umat dan masyarakat kita,” ujar Presiden Jokowi.

Namun Presiden Jokowi tetap mengingatkan agar seluruh pihak terus bekerja keras menumbuhkan ekonomi syariah di Indonesia. Hal itu agar Indonesia mampu menjadi pusat ekonomi syariah di tingkat regional dan global.

Saat ini, kata Presiden Jokowi, berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, sektor ekonomi syariah di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang berarti hingga pada tahun ini berada di peringkat keempat dunia.

“Tahun 2018 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat ke-10 dunia. Tahun 2019 naik menjadi peringkat yang ke-5 dunia dan tahun 2020 Alhamdulillah ekonomi syariah Indonesia berada pada peringkat ke-4 dunia,” kata Presiden Jokowi.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto