Netral English Netral Mandarin
03:53wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Bantah Gelapkan Bilyet, Advokat Alvin Lim Janjikan Rp1 Miliar bagi yang dapat Membuktikan

Minggu, 30-Mei-2021 21:00

Advokat Alvin Lim
Foto : Istimewa
Advokat Alvin Lim
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP, CLA membantah telah melakukan penggelapan bilyet Fikasa. Ia pun menjanjikan Rp.1 Miliar bagi siapa saja yang dapat membuktikan adanya penggelapan.

"Judulnya saja penggelapan uang Rp80 miliar sudah hoax. Saya berikan Rp1 miliar bagi yang bisa memberikan bukti bilyet mana seharga Rp80 M?" seru Alvin Lim dalam keterangan tertulisnya yang dikirim ke redaksi, Minggu petang (30/5/2021).

"Otak mafia dibelakang laporan (LP) palsu ini adalah NR seorang markus yang sedang dipidanakan di Polda atas pidana penipuan dan FE, oknum wartawan yang membuat hoax, yang sudah disomasi dan akan di proses hukum," lanjutnya.

Menurut Alvin, tujuan laporan palsu Fikasa adalah mencemarkan nama baiknya dan LQ Indonesia Lawfirm selaku pembela masyarakat, karena telah membongkar praktik makelar kasus NR yang sebelumnya telah membuat dicopotnya pejabat kejagung bintang dua atas modus penipuan yang dilakukan NR.

Salah satu bukti dalam LP penggelapan Fikasa, itu saksi adalah Anton dan Mutiara. Anton adalah marketing investasi Fikasa anak buah Natalia Rusli yang menerima komisi dari Fikasa dan komisi dari yang memberikan kuasa ke NR, sedangkan Mutiara adalah anak buah NR di Master Trust lawfirm. 

Satu hal lagi, bilyet dimaksud hanyalah tandaterima penempatan investasi bodong yang "Tidak Ada Nilainya". Bukan bilyet bank, yang bisa diuangkan, jadi untuk apa mengambil bilyet yang hanya kertas tidak berharga?  

"LP rekayasa ini akan saya hadapi dan justru saya tunggu panggilan dari kepolisian agar saya bisa berikan penjelasan. Namun, informasi LP Penggelapan bilyet dibuang Polda ke Polres karena tergolong LP sampah," ujarnya.

Ia pun meminta agar masyarakat tidak mudah termakan isu dan berita bohong, dan wartawan jangan mau menerima berita titipan dari oknum wartawan yang merusak citra wartawan yang sedang diproses hukum. 

"LQ Indonesia Lawfirm bongkar mafia dan oknum sehingga para oknum mengunakan cara kotor untuk mencemarkan nama baik," tutur Alvin Lim lagi.

"Terima kasih kepada beberapa wartawan dan pimpinan redaksi yang setelah kami somasi dan tunjukkan bukti hoax, meminta maaf kepada saya dan langsung menurunkan berita hoax tersebut. Mereka sadar bahwa berita hoax bukan produk jurnalisme dan langsung menghapus," sambungnya.

"Saya apresiasi para wartawan yang berintegritas tersebut, hormat saya kepada mereka menjalankan tugas secara etika. Setelah kejadian tersebut, kami malah kenal dan berteman".

Sementara itu, wartawan senior sebuah situs online, FE yang dihubungi Minggu menyatakan bahwa pernyataan Alvin Lim terkait persetruan dengan NR ngawur. Tidak jelas subtansinya.

"Dia (Alvin Lim) ngawur. Tidak profesional. Sebagai kuasa hukum mestinya menyelesaikan masalah kliennya. Bukan membenturkan wartawan dengan dirinya," kata FE.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli