Netral English Netral Mandarin
06:25 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Bantah Like Video Porno, Fadli Zon Sebut Ada Upaya Peretasan Akun Twitter-nya

Kamis, 07-January-2021 13:50

Fadli Zonm Anggota DPR.
Foto : Istimewa
Fadli Zonm Anggota DPR.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, ia dan tim admin yang mengelola akun Twitter-nya tidak pernah me-like situs tak senonoh. 

Hal tersebut disampaikan Fadli setelah dirinya ramai diperbincangkan netizen lantaran akun Twitter-nya kepergok me-like sebuah unggahan video porno. 

"Saya dan Tim Admin sudah cek keanehan akun twitter ini kemarin. Sudah pasti tak pernah like situs tak senonoh, yang ada selalu blokir," tulis Fadli di akun Twitter-nya, Kamis (7/1/2021). 



Namun demikian, Fadli menyebut bahwa ada kemungkinan kelalaian staf saat memblokir akun-akun anonim. Atas dugaan kelalaian itu, Fadli mengaku telah menegur dan mengevaluasi para stafnya. 

"Mungkin saja ada kelalaian staf ketika blokir. Sudah saya tegur dan evaluasi," cuit @fadlizon.

"Sekaligus bersih-bersih dari banyak akun anonim tak jelas, juga reset kembali password," kata Anggota Komisi I DPR itu. 

Lebih lanjut, Fadli membeberkan bahwa timnya juga menerima beberapa notifikasi adanya upaya peretasan aku Twitter tersebut. 

"Dua hari kemarin, Tim Admin juga menerima beberapa notifikasi ada upaya login dan retas menggunakan perangkat lain. Akun ini dikelola oleh saya dan Tim Admin 4 orang," ungkap Fadli. 

Sebelumnya, tagar #FadliZonJubirBokep jadi trending topic di Twitter Indonesia sejak Rabu (6/1) sore hingga Kamis (7/1/2021) dini hari. Netizen melambungkan tagar tersebut gara-gara akun Twitter Fadli Zon kepergok menyukai atau me-like sebuah unggahan video porno.   

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP