Netral English Netral Mandarin
11:37 wib
Tersiar informasi bahwa Kejaksaan Agung memeriksa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan karena adanya unrealized loss investasi. Dibalik suksess harum bumbu masak mi instan indomie ternyata ada Hj Nunuk Nuraini yang kemarin, Rabu, (27/1/2021), tutup usia.
Bantah Polisi, Munarman: Fitnah Besar, Laskar FPI Tak Dibekali Senpi, Kami Bukan Pengecut

Senin, 07-December-2020 20:50

Sekretaris Umum FPI Munarman di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).
Foto : Istimewa
Sekretaris Umum FPI Munarman di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Front Pembela Islam (FPI) membantah pernyataan polisi yang menyebut enam laskar pengawal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) ditembak mati pada Senin (7/12/2020) karena lebih dulu menyerang aparat dengan senjata api dan senjata tajam. 

"Ini fitnah luar biasa, memutarbalikkan fakta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan," kata Sekretaris Umum FPI Munarman dalam konferensi persnya di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, Senin (7/12/2020).

Munarman menegaskan, pengawal HRS tidak dibekali senjata sebagaimana klaim kepolisian. "Fitnah besar kalau laskar kita disebut membawa senjata api dan tembak menembak. Fitnah itu. Laskar kami tidak pernah dibekali senjata api, kami terbiasa tangan kosong, kami bukan pengecut," ujarnya. 



Karena itu, Munarman menantang pihak kepolisian untuk mengecek senjata api (senpi) yang berhasil disita. Jika ada nomor registernya maka bisa diketahui siapa pemilik senpi itu.

"Kalau betul (punya laskar) coba dicek senjata apinya, nomor register senja apinya, nomor pelurunya, silahkan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap," jelasnya. 

"Bohong itu. Tiap anggota FPI dilarang bawa sajam, senjata api dan bahan peledak," tegas Munarman.

Sebelumnya, enam pengikut Habib Rizieq dikabarkan ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek km 50 pada Senin (7/12/2020) dini hari tadi.

Menurut Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, penembakan itu dilakukan anggotanya karena diserang oleh pengikut Habib Rizieq. 

"Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10.00 WIB," kata Fadil dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12/2020) siang. 

Fadil membeberkan, kendaraan aparat dipepet dan diberhentikan oleh dua kendaraan pengikut Habib Rizieq. 
Para pengikut HRS yang berjumlah 10 orang melakukan penyerangan dengan menodongkan senjata api dan senjata tajam. 

"Karena membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu, kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan terukur yang mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang lainnya melarikan diri," ujarnya. 

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan karena dipepet dan terkena tembakan. "Tidak ada anggota polisi yang terluka," terangnya.

Polisi mengaku berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan oleh pengikut Habib Rizieq Shihab saat menyerang aparat. Barang bukti yang dibeberkan pada konferensi pers itu, seperti dua senjata api, peluru, sebilah katana, celurit dan beberapa senjata tajam lainnya. 


 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP