Netral English Netral Mandarin
14:36wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Bantah Tudingan Tengah Memainkan Drama, Kubu AHY: Maling Harus Dilakukan Sebagai Maling

Selasa, 20-April-2021 09:45

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Darmawan
Foto : Istimewa
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Darmawan
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ossy Darmawan membantah tudingan yang menyebut adanya drama dalam somasi yang dilayangkan Partai Demokrat.

Menurut Ossy, tudingan tersebut dilayangkan, menandakan ketidakmampuan pihak Moeldoko dalam mengatasi masalah ini, dan menyangka AHY akan bertindak santun.

Namun yang terjadi sebaliknya, dijelaskan Ossy, sikap tegas AHY, membuat kubu Moeldoko kaget, karena terus mendapat tekanan, serta merasa dikejar.

"Mereka sangka AHY akan bertindak santun dalam menghadapi tantangan ini," kata Ossy Darmawan dalam akun Twitternya.

"Mereka cukup kaget melihat kepemimpinan AHY yg tegas & terus mengejar gerombolan maling partai ini dimanapun mereka beraksi," tulisnya lagi.

Ia pun menegaskan, maling harus diperlakukan seperti seorang maling. "Bagaimanapun “maling” harus diperlakukan sebagai “maling”," ujar Ossy 

Sebelumnya Kubu Moeldoko melalui Saiful Huda menyatakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah memainkan drama terkait somasi terbuka dari DPP Demokrat. 

Menurut Saiful, somasi terbuka yang dilayangkan Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan drama politik SBY untuk kesekian kali yang mudah ditebak arahnya.

"Kali ini drama politik SBY yang membosankan itu bentuknya somasi terbuka, yang disampaikannya kepada Pak Moeldoko dan para peserta KLB Sibolangit," kata Saiful.

Saiful mengatakan isi somasi terbuka yang dilayangkan terhadap Moeldoko merupakan manipulasi opini terhadap opini. Ia mempertanyakan kubu AHY yang terus mengklaim pengurus sah, padahal belum ada keputusan berkekuatan hukum tetap tentang dualisme Demokrat.

"Bagaimana ceritanya para pihak yang sedang bersengketa dan belum mendapatkan keputusan yang bersifat inkracht dari pengadilan, kok sudah main klaim sebagai pihak yang menang dan sah, hingga tanpa malu membuat somasi terbuka segala," ujarnya.

Saiful menilai somasi terbuka yang dilayangkan terhadap pihaknya merupakan bentuk intrik provokasi terbaru dari SBY dan AHY yang ingin merusak nama baik Moeldoko serta menyudutkan Presiden Joko Widodo.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Nazaruli