3
Netral English Netral Mandarin
00:55 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Dituding Memperkecil Petak Makam COVID-19, Ini Bantahan Dinas Pertamanan DKI

Senin, 01-Februari-2021 23:59

Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau kondisi tempat pemakaman korban COVID-19.
Foto : Twitter @aniesbaswedan
Gubernur DKI Anies Baswedan saat meninjau kondisi tempat pemakaman korban COVID-19.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (DPHK) DKI Jakarta membantah telah memperkecil petak makam sehubungan dengan tingginya jenazah yang dimakamkan dengan protokol COVID-19.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Ivan Murcahyo mengatakan ukuran petak makam memiliki standar yakni 2,5x1,5 meter persegi.

"Petak makam itu kan standarnya begitu, enggak bisalah (diperkecil). Nanti enggak muat kalau dikecilkan," kata Ivan saat dihubungi di Jakarta, Senin (1/2/2021).

Ia mengakui memang sempat mendengar kabar kalau Pemprov DKI akan memperkecil ukuran petak makam demi menambah kapasitas permakaman untuk jenazah COVID-19.

Namun, ia menyatakan bahwa Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta justru berencana mengoptimalkan sarana dan prasarana di TPU  untuk menambah kapasitas.

"Paling prasarana seperti jalan, area servis seperti shelter pekerja. Itu bisa kita optimalkan," ujar dia.

Lebih lanjut, menurut Ivan, dengan ukuran petak makam yang diperkecil, bisa mempersulit petugas saat prosesi pemakaman jenazah. Sehingga jika diterapkan, kebijakan tersebut juga berpengaruh ke seluruh petak makam yang ada di tempat pemakaman umum (TPU) dan berpotensi memicu masalah di kemudian hari.

"Jika petak di sini lebih kecil yang sana lebih besar, yang ada jadi kacau. Bingung nanti, kok petak keluarga saya lebih kecil. Padahal mah enggak," katanya.

Atas dasar hal tersebut, Ivan memastikan upaya optimalisasi lahan tidak akan menganggu fungsi pelayanan pemakaman.

"Kalau petak makam tetap, enggak mungkin bisa dikecilkan. Kalau itu dikecilkan, enggak pantaslah saya rasa," kata Ivan, seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, Pengelola Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jakarta Timur, menyebutkan bahwa DKI sempat memutuskan memperkecil ukuran petak makam. Hal ini dilakukan agar lebih banyak jenazah yang dapat dimakamkan.

Petak diperkecil dari ukuran 2,5x1,5 meter persegi menjadi 1,2x2,2 meter persegi per lubang makam. Penghematan ukuran tersebut dapat menambah jumlah lubang/petak makam.

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP