Netral English Netral Mandarin
13:51wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Bantu Entaskan Kemiskinan, Mensos Ungkap Ide Awal Program Kampus Merdeka Pejuang Muda

Minggu, 19-September-2021 19:47

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat Paparkan Program Kampus Merdeka Pejuang Muda
Foto : Netralnews-Martina Rosa Dwi Lestari
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat Paparkan Program Kampus Merdeka Pejuang Muda
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini baru-baru ini meluncurkan Program Kampus Merdeka Pejuang Muda. Ide berawal dari banyaknya keluhan terhadap Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) soal kemiskinan di Kementerian Sosial (Kemensos). 

Tidak hanya diam, Mensos Risma meminta izin pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar Perguruan Tinggi bisa ikut bergabung dalam program perbaikan DTKS. Setelah diskusi, Mendikbud jabarkan memiliki program Kampus Merdeka yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di lapangan selama satu semester. 

“Alhamdullilah saya menyambut baik ini. Sebetulnya juga sedang saya pikirkan bagaimana mengentaskan kemiskinan di Indonesia secara cepat dan tepat tentunya,” ujar Mensos Risma baru-baru ini di Jakarta. 

Mensos Risma kemudian mencoba untuk mengembangkan program tersebut, karena Mensos percaya bahwa program yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) amat baik. Selain itu Mensos Risma juga menilai, betapa pentingnya melatih mahasiswa secara langsung di lapangan. 

“Akhirnya kita buat konsep dan alhamdullilah sudah didiskusikan dan Mendikbud langsung setuju. Jadi program bisa dilakukan sesegera mungkin,” ujar wanita yang pernah menjadi Walikota Surabaya ini. 

Mensos Risma juga sempat mempresentasikan sedikit tentang konsep Kampus Merdeka Pejuang Muda dalam pelaksanaannya. Bagaimana nantinya bisa melahirkan mahasiswa yang secara detail bisa memahami bagaimana kemiskinan bisa terjadi dan bagaimana menyelesaikan dengan mencari akar masalahnya. 

Mahasiswa jug akan diberikan dana untuk menyiapkan program dan kerjasama dengan masyarakat, tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. Nantinya akan diajarkan juga kampanye digital untuk meminta dukungan sosial baik berbentuk dana dan dukungan lainnya. 

Mensos sebut, program ini juga akan menggandeng Kita Bisa dan kampanye program tentu harus melalui izin Kemensos dan Kemendikbud. Akan dibuat juga saluran komunikasi dan kemudahan akses dnegan para Youtuber, Podcaster, dan Influencer yang sudah banyak dikenal serta memiliki dedikasi membantu berjalannya program ini. 

“Sehingga mahasiswa belajar juga mentransparansikan programnya dan kemudian menyampaikan konsepnya. Berikutnya, mencoba bagaimana memahami kondisi real di Indonesia. Dimana para mahasiswa ini bisa membuat kampanye dengan program yang mereka susun dan buat,” terang Mensos Risma. 

Program utamanya akan dilakukan di daerah pasca bencana, di daerah “kantong-kantong” kemiskinan, di Komunitas Adat Terpencil (KAT), dan tentunya di seluruh nusantara. 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani