Netral English Netral Mandarin
09:09wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Bantuan Vaksin Moderna Tahap II Sebanyak 1,5 Juta Dosis Tiba dari Amerika

Kamis, 15-Juli-2021 22:40

Vaksin Moderna
Foto : Istimewa
Vaksin Moderna
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia kembali menerima bantuan vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Vaksin sebanyak 1.500.100 dosis itu tiba pada Kamis (15/7/2021) sore melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Vaksin yang tiba hari ini tersebut merupakan bantuan tahap kedua. Yang pertama tiba pada Minggu (11/7/2021) sebanyak 3.000.060 dosis.

"Saat ini kita kembali menerima kedatangan vaksin jadi Moderna tahap dua sebesar 1.500.100 dosis," kata Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi dalam konferensi pers daring.

Ia menyebut, bantuan vaksin tersebut merupakan dukungan kerja sama Amerika Serikat melalui jalur multilateral COVAX Facility.

Dengan kedatangan vaksin tabap II, berarti jumlah vaksin Moderna bantuan AS yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 4.500.160 dosis.

Vaksin Moderna merupakan yang dibuat dengan teknologi mRNA. Vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang digunakan di AS, dan telah mendapat izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Laman Covid19.go.id menyebut, berdasarkan uji klinik fase 3, vaksin Moderna memiliki efikasi mencegah Covid-19 sebesar 94,1% pada usia 18 hingga kurang dari 65 tahun, dan sebesar 86,4% pada kelompok usia 65 tahun ke atas.

Menurut pengujian BPOM, vaksin Moderna memiliki efek samping yang masih dalam batas toleransi, sehingga aman digunakan. Efek samping tersebut antara lain nyeri otot dan sendi, nyeri pada area yang disuntik, sakit kepala, dan kelelahan.

Efek samping tersebut umumnya terjadi pasca vaksinasi tahap kedua di mana profil penerima vaksin hampir merata pada umur kurang dari 65 tahun dan lebih dari 65 tahun. Tingkat keparahannya terbagi dalam level satu dan dua.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Wahyu Praditya P