Netral English Netral Mandarin
15:23wib
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta sejumlah pihak tidak memaksakan diri melakukan isolasi mandiri (isoman) saat terpapar virus corona. Wagub DKI meminta masyarakat tetap berada di rumah jika tidak memiliki kepentingan mendesak demi terhindar dari varian baru virus corona, yaitu varian Delta plus atau B.1.617.2.1
Banyak Remaja Takut dengan Vaksin AstraZeneca, Ini Penjelasan Pakar

Selasa, 15-Juni-2021 13:00

Pemerintah pastikan vaksin AstraZeneca aman.
Foto : Kemenkes
Pemerintah pastikan vaksin AstraZeneca aman.
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sebut saja Bintang yang masih berusia 19 tahun sudah datang ke Puskesmas tapi akhirnya mengundurkan diri setelah mengatahui vaksin yang akan diberikannya AstraZeneca.

Kejadian seperti ini bukan hanya dilakukan Bintang, masih banyak lagi remaja yang enggan divaksin menggunakan AstraZeneca. Bahkan ada yang lebih menunggu hingga datangnya vaksin pfizer.

Akhir-akhir banyak yang ragu menggunakan vaksin AstraZeneca, alasannya karena takut adanya pembekuan darah.

Untuk menghindari informasi yang keliru terkait vaksin ini, vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe menjelaskan pentingnya masyarakat untuk mengetahui tentang vaksin merek AstraZeneca dengan lebih baik lagi.

Menurutnya, vaksin AstraZeneca secara umum merupakan vaksin yang aman dan efektif. Vaksin AstraZeneca bersama Sinovac dan Shinoparm sebelumnya sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

"EUA ini merupakan kajian akademis yang bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, vaksin apapun yang telah mendapatkan EUA dari Badan POM bisa dipastikan keamanan dan efektivitasnya," tegas dr. Dirga.

Penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang paling banyak digunakan di dunia. "Penggunaan vaksin AstraZeneca yang sudah disuntikan hingga saat ini mencapai puluhan juta dosis," ungkap dr. Dirga.

Hal lain yang perlu diketahui masyarakat, vaksin yang sudah diberikan izin penggunaan secara luas, masih terus diawasi penggunaanya. Proses ini merupakan proses berkelanjutan yang mengedepankan prinsip kehati-hatian agar vaksin yang digunakan senantiasa aman di masyarakat.

"Tentu proses evaluasi dan monitoring setelah mendapatkan EUA ini terus berjalan. Para ahli, Badan POM, dan Kementerian Kesehatan terus mengawal peredaran dan penggunaan vaksin ini di masyarakat," terang dr. Dirga.Terkait dengan beberapa Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang masih diduga ada hubungannya dengan vaksin Astrazeneca, dr. Dirga menegaskan bahwa reaksi pasca vaksinasi adalah hal yang wajar.

"Ini menunjukkan bahwa vaksin bekerja karena vaksin memiliki zat antigen sehingga perlu proses pengenalan pada tubuh untuk membentuk antibodi. Secara keseluruhan, KIPI pada AstraZeneca masih bersifat ringan dan bisa ditangani," ujarnya.

Lebih lanjut dr. Dirga menambahkan, saat ini masyarakat mendengar informasi beberapa kasus pembekuan darah abnormal yang disebut thrombosis yang dihubungkan dengan vaksin AstraZeneca. Sejauh ini yang diketahui masyarakat kejadian thrombosis amat sangat kecil, yakni hanya 10 kasus dari 1 juta orang yang menerima vaksin AstraZeneca. 

Kondisi inipun masih bisa ditangani secara medis. Para ahli saat ini terus mempelajari karakteristik kondisi thrombosis tersebut. Namun dibandingkan dengan thrombosis akibat terinfeksi Covid-19, kejadian yang diakibatkan AstraZeneca sangat kecil.

"Kesimpulannya, vaksin AstraZeneca aman dan manfaatnya jauh lebih besar daripada risikonya," paparnya.Selain itu, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menggunakan AstraZeneca. Banyak negara di Eropa dan Asia yang sudah menggunakan AstraZeneca dan bisa dilihat bahwa laporannya berhasil menekan kasus baru.

"Salah satu laporan menunjukkan bahwa setelah dosis pertama efektivitasnya sebesar 65 persen mampu mencegah penularan dan efektivitasnya untuk mencegah Covid-19 yang bergejala hingga 72 persen," lanjut dr. Dirga.

Terakhir dr. Dirga mengajak masyarakat untuk tidak takut dan tidak ragu menggunakan vaksin AstraZeneca ataupun vaksin lain yang digunakan di Indonesia."Kita tahu vaksin merupakan instrumen yang sangat penting untuk mengendalikan pandemi," tutup dr. Dirga.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati