Netral English Netral Mandarin
03:21wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Beda dengan Jokowi di Solo, Geisz: Untung Ada Anies di DKI yang Boleh Didemo, Boleh Dihujat dengan Fitnah

Rabu, 15-September-2021 09:41

Geisz Chalifah
Foto : Kolase Netralnews
Geisz Chalifah
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komisaris Ancol, Geisz Chalifah angkat bicara menanggapi rangkaian peristiwa yang terjadi di Jakarta dan di Solo. 

Bila di Solo ada mahasiswa ditangkap karena bentangkan poster ke Presiden Joko Widodo sementara di Jakarta, demo berlangsung kondusif.

“Untung ada Anies di DKI yg boleh didemo, boleh dihujat dgn beragam fitnah (Bukan Kritik) fitnah dpt rumah dari pengembang reklamasi, hoax ambulance dki bawa batu & msh ada ratusan lainnya. Tak ada yg dilaporkan. Maka Demokrasi masih ada di republik ini,” kata Geisz Chalifah, Rabu 15 September 2021.

Sebelumnya diberitakan, Gedung KPK Merah Putih digeruduk oleh sejumlah orang. Para pelaku aksi yang berjumlah puluhan tersebut menuntut soal Formula E yang menjadi polemik akhir-akhir ini.

Massa ini mulai meramaikan halaman gedung KPK pada pukul 14.40 WIB, Senin (13/9/2021). Massa sempat ricuh dengan petugas keamanan karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung.

Terlihat massa membawa spanduk bertulisan 'Wanted, KPK Mana Nyalimu?' dengan foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Beberapa di antara mereka pun tak mengenakan masker.

Akhirnya anggota kepolisian juga membantu menghalau massa untuk tidak masuk ke gedung KPK. Namun beberapa perwakilan terlihat dibolehkan masuk ke dalam lobi KPK guna menyampaikan tujuan aksi itu.

"(Desakan) soal penemuan audit BPK, yang sudah sangat merugikan Rp 1,3 triliun, ya soal penemuan Formula E yang sangat merugikan tak penuhi kebijakan," ujar salah satu peserta aksi bernama Onis.

Pada akhirnya massa itu mulai meredam setelah belasan polisi memaksa massa untuk tidak masuk ke gedung.

Di lain pihak, mahasiswa pembawa Spanduk 'PAK TOLONG BENAHI KPK' saat Presiden Joko Widodo saat kunjungi  Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo sekira pukul 11.00 WIB, Senin (13/9/2021), langsung diamankan polisi.

Poster tersebut dibentangkan seorang mahasiswa di Halte Bus BST di Depan Kampus UNS. Ternyata pembentangan poster tersebut berbuntut panjang.

Pria pembentang poster itu diamankan oleh polisi. Pihak kepolisian juga melakukan razia kepada sejumlah pemuda yang berada di kawasan tersebut. Hasilnya, tujuh mahasiswa diamankan oleh pihak kepolisian. 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli