Netral English Netral Mandarin
06:35 wib
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta akan menerapkan sistem baru agar tak ada lagi surat hasil tes Covid-19 palsu. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan bahwa keterisian tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) pasien Covid-19 di 101 rumah sakit rujukan telah mencapai 85 persen.
Jangan Buru-buru Tes Swab, Ini Alasannya

Kamis, 24-December-2020 16:10

Tes Swab untuk memastikan Anda terpapar covid-19.
Foto : Antara
Tes Swab untuk memastikan Anda terpapar covid-19.
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Departemen Patologi AIIMS, Dinas Kesehatan mengingatkan agar masyarakat kenali penyakinya dulu dan jangan buru-buru tes swab atau rapid kecuali pika terkena gejala demam.

“Tolong diperhatikan supaya tidak ada rasa curiga diantara kita maka ketahuilah kriteria batuk itu di bawah ini. Lika nomor empati terjadi pada Anda, maka segeralah melakukan tes swab atau rapid,” tulis artikel tersebut, Sabtu, (24/12/2020).

Kriteria batu yang dimaksud adalah:



1. Batuk kering + Bersin = Polusi udara.

2. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek = Pilek biasa.

3. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek + Sakit tubuh + Kelemahan + Demam ringan = Flu.

4. Batuk kering + Bersin + Nyeri tubuh + Kelemahan + Demam tinggi + Kesulitan bernapas + Hilangnya indra pengecap dan perasa =  Corona virus.

Rapid test, swab, dan PCR adalah istilah dalam metode pemeriksaan medis untuk mengetahui adanya Covid-19 dalam tubuh seseorang.Dokter menegakkan diagnosis Covid-19 setelah melakukan pemeriksaan tersebut. Namun swab dan PCR sebenarnya berkaitan, berbeda dengan rapid test. Berikut ini penjelasannya:

Rapid test adalah metode pemeriksaan / tes secara cepat didapatkan hasilnya. Pemeriksaan ini menggunakan alat catridge untuk melihat adanya antibodi yang ada dalam tubuh ketika ada infeksi virus. Tes ini dijalankan dalam rangka menyaring pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dengan mengambil sampel darah dari kapiler ( jari ) atau dari vena.

Reporter :
Editor : Sulha Handayani