Netral English Netral Mandarin
01:13wib
Lebih dari 4.300 orang telah meninggal dunia akibat "jamur hitam" di India yang umumnya menyerang pasien-pasien Covid-19. Gojek, Grab, dan ShopeeFood membantah terlibat dalam seruan aksi demo nasinonal Jokowi End Game yang berlangsung hari ini.
Bela Anies, Lieus Sebut yang Persoalkan Jalur Sepeda Kehilangan Akal Sehat

Sabtu, 19-Juni-2021 13:30

Lieus Sungkarisma
Foto : Istimewa
Lieus Sungkarisma
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma mengatakan, pembuatan jalur sepeda di Ibu Kota telah melalui kajian yang mendalam dengan melibatkan para ahli, dan tujuannya adalah untuk menjadikan Jakarta sebagai kota maju dan sehat.

Karenanya, Lieus merasa heran dengan pihak-pihak yang mempersoalkan adanya jalur sepeda permanen di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin, hingga berencana membongkar jalur tersebut.

"Kita ini seneng gaduh yang gak jelas. Jalur sepeda yang sudah dibuat oleh Gubernur DKI (Anies Baswedan) dipermasalahkan. Padahal keputusan tersebut dibuat berdasarkan kajian dan masukan para ahli, bagaimana agar Jakarta menjadi kota yang maju dan sehat," kata Lieus melalui keterangan tertulis, Sabtu (19/6/2021).

"Salah satunya adalah dengan memasyarakatkan sepeda sebagai salah satu alat transportasi warga Jakarta dalam beraktivitas. Karena itulah Gubernur Anies membangun jalur sepeda di wilayah Jakarta," sambungnya.

Lieus menyebut, Gubernur Anies menargetkan hingga akhir tahun terbangun 170 kilometer (km) jalur sepeda di jalan Ibu Kota. Jika hal tersebut terwujud, lanjutnya, maka akan memberikan banyak keuntungan bagi warga Jakarta.

"Sekarang ini baru beberapa kilo meter, targetnya lebih dati 170 kilo meter. Saya bisa bayangkan kalau yang dilakukan gubernur DKI ini terjadi. Warga Jakarta akan mendapatkan keuntungan, yang pertama udara Jakarta makin bersih karena polusi berkurang, yang kedua warga Jakarta akan lebih banyak yang sehat karena bersepeda dan yang ketiga warganya lebih bahagia," ungkapnya.

"Kenapa bahagia? konon katanya orang bersepeda itu membuat bahagia. Manfaat berikutnya ya kemacetan secara bertahap akan berkurang bila semakin banyak warga Jakarta menggunakan sepeda sebagai alat transportasi," jelas Lieus.

Menurutnya, kebijakan ini memang tidak instan dampaknya. Perlu bertahun-tahun untuk mengubah kebiasaan warga dari menggunakan kendaraan bermotor menjadi bersepeda.

"Tapi apa yang dilakukan Gubernur Anies dengan membangun jalur khusus sepeda sudah benar yang gak benar adalah ketika jalur sepeda tersebut khusus sepeda road bike. Jalur sepeda ya untuk semua sepeda, mau sepeda lipat, sepeda onthel, sepea balap (road bike) dan semua sepeda mempunyai hak yang sama," terangnya.

Anehnya, lanjut Lieus, kebijakan Anies yang baik ini dipermasalahkan. Ia berpendapat, pihak yang mempersoalkan jalur sepeda itu seperti kehilangan akal sehat.

"Sampai-sampai seorang anggota DPR meminta Kapolri turun tangan membongkar jalur sepeda. Kasihan Kapolrinya lah, masih banyak urusan yang lebih besar yang harus dibereskan," ujarnya.

"Nah, usulan tersebut didengungkan para buzzer sehingga seolah-olah kebijakan gubernur DKI salah dan menghamburkan anggaran. Di sini yang kadang saya sulit mengerti. Kok bisa ya orang-orang itu kehilangan akal sehatnya dalam melihat sebuah kebijakan yang bagus ini," tandas Lieus.

Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak) itu lantas membandingkan kebijakan Anies Baswedan membuat jalur sepeda dengan kasus-kasus korupsi.

"Kebijakan yang tidak merugikan warga Jakarta ini dihabisi, sementara kasus korupsi trilunan gak disoroti. Ini kan aneh. Apa memang warga Jakarta yang tidak setuju ini sudah kehilangan akal sehatnya? Mari kita bersepeda agar otak ini tetep waras dalam melihat setiap kebijakan," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wahyu Praditya P