3
Netral English Netral Mandarin
22:48 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
Bela Anies Terkait Sindiran Djarot Soal Banjir: Dijawab dengan Prestasi

Senin, 22-Februari-2021 13:40

Mardani Ali Sera
Foto : DPRD Go id
Mardani Ali Sera
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menyoroti sindiran Ketua DPP PDIP yang juga mantan Wagub DKI, Djarot Saiful Hidayat soal filosofi Gubernur DKI Anies Baswedan dalam menangani banjir.

Dalam cuitannya Mardani mengatakan, bagi Anies semua sindiran akan menjadi masukan serta dijawab dengan prestasi.

"Semua sindiran jadi masukan dan dijawab dengan prestasi," kata Mardani Ali dalam akun Twitternya, Senin (22/2/2021).

Menurut Mardani, wajar jika Anies diserang karena banjir merupakan fakta yang terjadi saat ini di Ibu Kota. Namun ia menilai permasalahan banjir dapat menjadi peluang Anies untuk fokus bekerja.

"Wajar Mas Anies 'diserang' karena banjir memang fakta. Tapi ini jadi peluang untuk fokus ke kerja dan get things done," ujarnya.

Mardani juga mengatakan persoalan banjir perlu diselesaikan dari hulu ke hilir. Ia mengatakan jangan sampai penanganan banjir hanya menjadi program musiman.

"Masalah banjir mesti diselesaikan dari hulu ke hilir. Jangan jadi program musiman," ucapnya.

Sebelumny Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menyindir filosofi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait penanganan banjir. Djarot menduga filosofi Anies dalam penanganan banjir, yakni menahan air, bukan mengalirkannya ke laut.

"Karena filosofinya berbeda. Mungkin filosofinya lebih arif, air itu ditahan saja biar lama supaya kita bisa dapat ikan di situ bikin kolamnya. Air ini kan seharusnya dialirkan ke laut," kata Djarot dalam keterangan tertulis, Minggu (21/2).

Djarot juga menyampaikan soal cuaca ekstrem yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Menurutnya, cuaca ekstrem akan terjadi di Jakarta sudah diprediksi lama.

"Ini sudah diprediksi lama. Maka, karena itu, ini menuntut kepala daerah bekerja ekstrem, bekerja keras untuk mengantisipasi perubahan iklim. Kalau kerjanya biasa-biasa saja susah," tutur Djarot.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani