Netral English Netral Mandarin
banner paskah
21:03wib
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin, Senin (10/5/2021), mengumumkan lockdown atau penerapan perintah kontrol pergerakan (MCO) di seluruh wilayah negara untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat atau penetapan 1 Syawal 1442 Hijriah pada hari ini, Selasa (11/5) secara daring dan luring.
Bela Gubernur Anies, Musni Umar Ungkap Penyebab Banjir Belum Surut Dalam 6 Jam

Sabtu, 20-Februari-2021 21:12

Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
Foto : Youtube
Rektor Universitas Ibnu Chaldun sekaligus Sosiolog Musni Umar
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah wilayah di Jakarta tergenang banjir sejak Sabtu (20/2/2021) pagi. Namun, hingga malam ini, banjir di sejumlah titik belum juga surut. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah menargetkan banjir di Ibu Kota akan surut dalam kurun waktu enam jam.

Fakta di lapangan yang tidak sesuai dengan target Gubernur Anies itu, mendapat pembelaan dari Sosiolog Musni Umar. Menurutnya, genangan di beberapa titik belum surut karena adanya banjir kiriman dari hulu seperti dari Bogor dan daerah penyangga lainnya yang mengakibatkan sungai meluap.

"Ada janji gubernur bahwa enam jam setelah turun hujan itu akan surut banjir, tapi ini tidak terjadi karena daerah Bogor, kemudian Puncak, Bekasi dan Depok itu hujan disana cukup ekstrim dan mengakibatkan luapan air itu sampai di Jakarta. Dan kalau air masih meluap, tidak mungkin banjir itu bisa surut," kata Musni dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Minggu (20/2/2021) malam.

Selain banjir kiriman, Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) ini menyebut curah hujan ekstrim di Jakarta menjadi penyebab genangan air di sejumlah titik Ibu Kota sulit untuk surut.

"Yang kedua, juga yang membuat sulit surut itu kalau hujan masih terus terjadi. Kita bersyukur sore hari ini sudah tidak ada hujan, mudah-mudahan nanti malam juga sudah tidak ada hujan sehingga makin cepat surut kawasan yang banjir," ujar Musni.

Sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan menjelaskan soal maksud dari pernyataannya yang menargetkan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota surut dalam waktu enam jam.  Menurutnya, target dalam waktu enam jam itu mulai dihitung setelah air di sungai surut atau sesudah hujannya berhenti.

 

"Jadi kita enam jam sesudah airnya surut di sungai, kembali normal, atau enam jam sesudah hujannya berhenti. Nah, yang terjadi adalah hujannya berhenti, tapi aliran dari hulu masih jalan terus. Sehingga di situlah menjadi kendala tersendiri," kata Anies, Sabtu (20/2/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli