Netral English Netral Mandarin
09:12wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Bela Habib Rizieq, Haikal Sebut Anak-cucu Rasullulah Dihinakan, Dewi: Cucu Palsu Kalee

Sabtu, 17-April-2021 00:02

Politisi PDIP Dewi Tanjung
Foto : Istimewa
Politisi PDIP Dewi Tanjung
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PDIP Dewi Tanjung mengomentari pemberitaan media soal cuitan Haikal Hassan yang tak terima Habib Rizieq Shihab (HRS) disebut bohong oleh Wali Kota Bogor Bima Arya.

Adapun Haikal dalam cuitannya mempertanyakan alasan Bima menuduh HRS bohong hingga menyinggung soalperbuatan orang-orang yang menghina anak-cucu Nabi Muhammad SAW bakal dipertanggungjawabkan pada yaumul hisab (hari perhitungan) saat kiamat tiba.

Menanggapi hal itu, Dewi Tanjung menyebut hanya 'kadrun' yang percaya kalau Habib Rizieq cucu Rasulullah.

"Hanya Kadrun-kadrun yang masih percaya Rizik Cucu Rasulullah. Dari mana garisnya Rizik itu cucu Rasulullah," tulis Dewi di akun Twitternya, @DTanjung15, Jumat (16/4/2021).

Dewi bahkan menuding Habib Rizieq cucu palsu lantaran perkataan dan perbuatannya tidak mencerminkan atau meneladani sifat-sifat Rasulullah.

"Masa Cucu Rasulullah Mulutnya kasar tidak mencerminkan sifat-sifat santun yang diajarkan Rasulullah. Masa Cucu Rasulullah Kena Covid-19 Ngakunya Ngga Kena Covid-19 (emoji tertawa). Cucu Palsu kaleee," sindir Dewi.

Sebelumnya, Sekjen HRS Center, Haikal Hassan tak terima dengan kesaksian Wali Kota Bogor Bima Arya yang menyebut Habib Rizieq berbohong dalam kasus tes swab RS Ummi Bogor.

Haikal mengatakan, HRS dalam kondisi bugar setelah dirawat beberapa hari di RS Ummi, sehingga eks Imam Besar FPI itu meminta pulang. Apalagi, lanjut Haikal, saat itu hasil tes hasil swab PCR belum keluar.

Pernyataan Haikal itu sama seperti yang disampaikan Habib Rizieq dalam sidang lanjutan kasus tes swab RS Ummi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Rabu (14/4/2021).

"Beliau merasa bugar. Beliau minta pulang. Hasil PCR pun belum ada. Tapi Beliau dituduh bohong," tulis Haikal di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Jumat (16/4/2021).

Karenanya, Haikal mempertanyakan dasar apa yang dipakai Bima Arya sehingga menuding Habib Rizieq berbohong.

"Lho? Dasar apa kau tuduh bohong? Tapi...ah sudah lah...Terserah kalian," kata Sekjen HRS Center itu.

Haikal lantas menyinggung soal yaumul hisab (hari perhitungan) saat kiamat tiba. Ia menyebut, apa kata Nabi Muhammad SAW nantinya apabila HRS yang menurutnya keturunan Rasulullah telah dihinakan dengan dituduh bohong.

"Apa kata Rasulullah di yaumil hisab nanti saat anak-cucunya kau hinakan?" cuit @haikal_hassan.

Diketahui, Bima Arya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kasus tes swab RS Ummi Bogor, menyatakan bahwa Habib Rizieq berbohong mengenai kondisi kesehatannya saat dirawat di RS Ummi.

Pada sidang kasus swab tes RS Ummi Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021) dengan terdakwa Habib Rizieq, Bima Arya yang hadir sebagai saksi menjelaskan mengapa dirinya menyebut HRS berbohong dalam BAP-nya.

Menurutnya, berdasarkan rekam medis yang diperlihatkan penyidik saat dirinya di-BAP di Bareskrim Polri, menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Habib Rizieq saat dirawat di RS Ummi memang terindikasi positif Covid-19. Bahkan hasil tes swab antigen menunjukkan HRS positif.

Rekam medis tersebut, lanjut Bima, tidak sesuai dengan pernyataan Rizieq yang mengaku sehat. Tak hanya itu, Bima juga menyebut pihak HRS menolak memberikan hasil tes swab PCR yang dilakukan oleh RS Ummi.

Karena itulah dalam BAP-nya, Bima menyebut apa disampaikan Habib Rizieq soal kondisinya di RS Ummi adalah bukan yang sebenarnya alias bohong.

Bima menjelaskan demikian ketika dicecar Habib Rizieq yang tak terima disebut bohong. HRS dalam persidangan itu justru menuding Bima yang berbohong. Pasalnya, HRS mengatakan saat membuat video testimoni perawatan di RS Ummi, dirinya memang dalam kondisi bugar.

Soal hasil tes swab PCR diminta Bima, Rizieq mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan hasil tes tersebut karena memang saat itu hasilnya belum keluar. Disebutnya, tes PCR yang dilakukan tim medis Mer-C pada 27 November 2020, baru diterimanya pada 30 November.

"Kenapa saya sudah bugar, sudah cabut infus, sudah bebas makan minum, tidak ada pantangan, tidak nyesek, tidak batuk. Hasil pemeriksaan semua baik dan PCR belum keluar. (Tetapi) Anda diperiksa penyidik Anda katakan ini Habib bohong, ada di BAP anda, di mana bohongnya?" kata Habib Rizieq.

Karena hasil tes PCR belum keluar dan merasa kondisinya bugar, lanjut HRS, ia memutuskan pulang ke rumah. Apalagi, Habib Rizieq mengaku bahwa selama di RS Ummi, ia tidak nyaman lantaran merasa diteror oleh media yang menyebar hoax soal kondisinya, hingga tekanan darah istrinya naik drastis.

"Kalau saya sudah dapat hasil PCR Habib Covid-19 saya katakan saya sehat saya bohong, harus dituntut, harus dipenjara, saya rela, saya ridho. Tapi itu baru di PCR tanggal 27, 28 belum ada hasil," ungkap Habib Rizieq.

"Karena ada tekanan-tekanan di luar, ada wawancara Anda, di TV, ada media hoaks yang katakan saya mati, mampus, sekarat. Istri saya khawatir, was-was, istri saya darah tadinya 150 naik jadi 400. Ini kan bahaya, saya putuskan kalau gitu pulang, ini namanya saya dirawat dalam teror, jadi bohongnya di mana?" ucap dia.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati