Netral English Netral Mandarin
09:21 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Bela Mahfud, Ini Kritik Pedas Teddy Gusnaidi ke Kang Emil

Rabu, 16-December-2020 22:10

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menilai, seharusnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) bertanggungjawab sebagai gubernur.

Menurutnya, RK seharusnya tidak menyalahkan orang lain, dalam hal ini Menkopolhukam Mahfud MD soal kekisruhan yang menyeret nama Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (HRS). 

Teddy tegaskan, RK bukan tersangka. Kalaupun menjadi tersangka, menurutnya itu harus dihadapi sebagai bagian tanggungjawab sebagai Gubernur. 



"Artinya ada yg salah dgn anda, jangan malah menyalahkan pihak lain. Kalau gak mau hadapi masalah, ya jgn jadi Gubernur. @ridwankamil @mohmahfudmd," kata dia, dikutip dari cuitannya, Rabu (16/12/2020).

Lebih lanjut Teddy tegaskan bahwa RK dipanggil Polda Jabar untuk dimintai keterangan terkait kasus kerumunan di Megamendung. RK sudah seharusnya menjawab pertanyaan dengan baik, jangan malah panik lalu beropini dan mencoba menyalahkan pihak lain. 

"Itu bukan sikap seorang pimpinan menurut saya. @ridwankamil @mohmahfudmd," tegas dia.

Teddy juga mempertanyakan pada RK, apakah tidak boleh ada penjemputan. Diketahuinya boleh, asalkan tidak melanggar hukum dan sesuai dengan protokol. 

"Malah melanggar hukum jika Mahfud MD melarang, karena tidak ada larangan menjemput. @mohmahfudmd," kata dia.

Untuk diketahui, RK atau akrab disapa Kang Emil beropini secara pribadi, bahwa kekisruhan berlarut terkait HRS dimulai sejak adanya keterangan dari Mahfud. Kang Emil sebut, penjemputan HRS ini diizinkan oleh Mahfud. 

Menurut Kang Emil, pernyataan itu timbul tafsir dari ribuan orang yang datang ke Bandara bahwa selama tertib dan damai boleh menjemput HRS. Sejak itu terjadilah kerumunan yang dinilai Kang Emil luar biasa. 

Maka dari itu Kang Emil meminta pertanggungjawaban dari Mahfud. Kang Emil meminta tidak tidak hanya para kepala daerah yang dimintai klarifikasi soal kekisruhan HRS.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati