Netral English Netral Mandarin
10:23 wib
Indonesia menempatkan tiga wakilnya pada babak perempat final Toyota Thailand Open 2021 yang akan berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Jumat (22/1). Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan mulai 25 Januari hingga 8 Februari 2021.
Belajar dari Suriah, DS Minta Pemerintah Waspadai Propaganda Ormas

Jumat, 11-December-2020 12:20

Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Medoa Sosial Denny Siregar
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar mewaspadai pergerakan organisasi massa (ormas) sebagai propaganda. Ia menyebutkan hal tersebut dilakukan Amerika Serikat untuk mengadu domba.

Dalam akun twitternya, dirinya menyinggung perang yang terjadi di Timur Tengah.

"Satu yang saya pelajari dari Suriah. Ketika Bashar akhirnya sadar bahwa dia tidak tegas dalam tangani ormas-orams radikal yang kelak jadi pemberontak, dia pake tangan besi. Dan jatuhlah korban-korban dari ormas yang di-framing bahwa mereka dizolimi. Di saat itulah, AS berikan sanksi ekonomi ke Suriah," kata Denny Siregar dalam akun Twitternya.



Denny kemudian mengaitkan perang yang terjadi di Suriah dengan kekayaan alam Indonesia. Menurutnya, ada kesamaan pola yang terjadi antara kedua negara ini.

"Suriah perang karena perebutan jalur pipa gas. AS menggunakan ormas radikal berbaju agama sebagai proxy untuk menjatuhkan Bashar Assad. Indonesia produsen dan punya cadangan nikel terbesar di dunia. Model awal keributannya sama. Proxy-nya ormas radikal. Bersiaplah," sebut Denny.

Ia pun ini menyebut kekayaan alam Indonesia akan menjadi rebutan negara besar untuk membangun pangkalan militer.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati