Netral English Netral Mandarin
01:25wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
BEM UI Membangun Narasi Heroik jika Ditindak Berarti Pembungkaman, Ade: Tak Ada Sanksi, Monggo Protes Lagi...

Senin, 28-Juni-2021 08:53

Ade Armando
Foto : Pojok Satu
Ade Armando
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia kembali mengkritisi kasus vural pernyataan BEM UI yang menjuluki Presiden Jokowi sebagai “The King of Lip Service.”

Menurut Ade, BEM UI telah membangun narasi bahwa jika mereka dipanggil direktur Universitas Indonesia maka pembungkaman terjadi. Dan karena tak ada larangan maka protes tetap bisa dilakukan BEM UI.

“Para pembela BEM UI udah kepalang membangun narasi heroik bahwa karena direktur kemahasiswaan memanggil BEM, itu berarti terjadi pembungkaman kebebasan akademik. Ternyata BEM diundang untuk ngobrol2 doang,” kata Ade Armando, Senin 28 Juni 2021. 

“Tidak ada ancaman sanksi dan perintah menghapus tweet. Maap ya. Monggo protes lagi ....,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat julukan 'The King of Lip Service'. Kritikan BEM UI itu menimbulkan kontroversi.

Kritikan terhadap Presiden Jokowi itu disampaikan BEM UI melalui akun Twitternya, @BEMUI_Official pada Sabtu (26/6/2021). BEM UI mengunggah foto Jokowi yang sudah diedit dengan background gambar bibir lengkap dengan mahkota raja.

"JOKOWI: THE KING OF LIP SERVICE," tulis BEM UI dalam caption unggah tersebut.

BEM UI menilai Jokowi kerap mengobral janji manis. Namun, menurut BEM UI, janji Jokowi itu seringkali tak selaras dengan kenyataan.

"Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya," ungkapnya.

Kritik ini juga ditampilkan melalui situs resmi BEM UI.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati