Netral English Netral Mandarin
00:37wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Benarkah Panitia Galang Dana Beli Kapal Selam yang Digagas UAS Mendadak Kaya gegara Donasi Ditolak TNI AL?

Senin, 03-Mei-2021 10:45

Denny Siregar dan Ustaz Abdul Somad
Foto : Kolase Terkini.id
Denny Siregar dan Ustaz Abdul Somad
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seperti diberitakan sebelumnya bahwa donasi yang digalang dan digagas Ustaz Abdul Somad untuk beli kapal selam ternyata ditolak TNI Al. 

Muncul banyak pertanyaan bagaimana kemudian donasi itu bakal dikelola?  

Di tengah menunggu kejelasan, sejumlah warganet berpendapat. Banyak netizen yang mengusulkan untuk diserahkan bagi keluarga korban kecelakaan KRI Nanggala-406. 

Sementara pihak Panitia belum memutuskan resmi, pegiat media sosial Denny Siregar setelah tahu donasi ditolak TNI AL malah mencuit “kaya deh panitianya." Benarkah demikian?

“Nah, kan ? Kaya deh panitianya,” kata Denny Siregar Minggu malam 2 Mei 2021.

Untuk diketahui, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispen AL) Laksamana Pertama Julius Widjojono, sebelumnya mengaku terharu dan mengapresiasi kepedulian masyarakat guna membantu TNI membeli kapal selam.

"Kami bersyukur bahwa ternyata bangsa ini masih kuat empatinya, meskipun ada beberapa individu dan kelompok yang kering empatinya dengan indikasi gunakan momen ini untuk ambil keuntungan," katanya.

Namun, dengan berat hati, dana tersebut terpaksa ditolak karena ada persyaratan dan prosedur untuk membeli alutsista, termasuk kapal selam.

Dan di dalam undang-undang tidak ada ketentuan terkait masyarakat yang bisa turut serta membantu pembelian alutsista.

"Karena pembelian dilakukan melalui prosedur yang ada," ujarnya.

Aturan pembelian Alutsista Prosedur pembelian alutsista diatur dalam UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI pada Pasal 11 (2) Postur TNI sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) dibangun dan dipersiapkan sesuai dengan kebijakan pertahanan negara.

Respons Panitia

Di sisi lain di beritakan, Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Johanes Suryo Prabowo heran dengan keputusan dari pihak TNI tersebut.

Baca Juga: Terciduk Bawa Barang Berbahaya, Massa 'Gelap' Diamankan dalam Aksi May Day 1 Mei 2021 di Jakarta

Melalui akun Twitternya, ia kemudian menanyakan nasib dari uang Rp1,2 miliar tersebut.

"Jadi gimana nih," tanya Prabowo.

Hingga Jumat 30 April 2021, dana yang telah terkumpul untuk mengganti KRI Nanggala 402 digagas Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, telah terkumpul hingga mencapai Rp1,2 miliar.

"Sudah Rp1,2 miliar tadi pagi. Galang dana masih akan dibuka sampai sebulanan lagi," kata Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, M. Jazir.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli