3
Netral English Netral Mandarin
21:07 wib
Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone 13 dengan opsi penyimpanan hingga 1TB. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka keran investasi pada industri minuman keras (miras) mengandung alkohol, minuman mengandung alkohol anggur, dan minuman mengandung malt.
Benarkah Penyintas COVID-19 Bisa Mandul? Ini Jawabannya

Selasa, 02-Februari-2021 13:20

Benarkah penyitas Covid-19 bisa mandul?
Foto : Kilkdokter
Benarkah penyitas Covid-19 bisa mandul?
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Benarkah orang yang tarpapar Covid-19 bisa mandul? Beberapa penelitian ternyata membenarkan hal tersebut.

Wolrdbuzz dalam laporannya beberapa waktu lalu, mengeluarkan penelitian terkait penularan dan sejauh apa dampak kesehatan dari virus corona baru atau Covid-19 masih terus dilakukan. Dalam penelitian terbaru, di samping banyak masalah kesehatan yang terkait dengan infeksi

virus corona, Covid-19 dapat melakukan lebih banyak kerusakan daripada yang kita pikirkan sebelumnya.

Melalui data yang diperoleh oleh tim ilmuwan medis dari Universitas Kedokteran Nanjing yang dipimpin oleh dr Jianqing Wang, Kepala Departemen Urologi di Rumah Sakit Suzhou, telah ditemukan bahwa Covid-19 yang telah mengambil alih dunia dapat berefek jangka panjang pada pasien pria yang telah terinfeksi.

Pasien laki-laki yang menderita Covid-19 kemungkinan bisa menjadi tidak subur. Hal ini karena ditemukan bahwa virus corona Covid-19 biasanya menyerang Angiotensin Converting Enzyme 2 (ACE2) dalam jaringan manusia.

ACE2 paling sering ditemukan pada jaringan ginjal dan testis, terutama sel tubulus ginjal, sel leydig dan sel dalam saluran seminiferus di testis. Kerusakan pada jaringan-jaringan ini dapat menyebabkan lesi, dan akibatnya, menyebabkan infertilitas pada pria.

Temuan ini berdasarkan data dari 146 pasien pria dan lebih mengagetkan lagi. Virus corona COVID-19 ternyata tidak hanya menyerang sistem pernapasan, tetapi juga bisa menyebabkan masalah pada kesuburan kaum pria.

Penemuan ini terungkap dalam penelitian di China yang baru-baru ini dilaporkan oleh Thailand Medical News.Berdasarkan data dari tim ahli medis Universitas Medis Nanjing yang dipimpin Kepala Divisi Urologi di Rumah Sakit Suzhou, Dr Jianging Wing, mereka menemukan

COVID-19 bisa memengaruhi tingkat kesuburan pasien pria.Hal ini karena COVID-19 juga menyerang ACE2 (Angiotensin Converting Enzyme 2) yang ada di jaringan manusia. ACE2 paling banyak ditemukan di jaringan ginjal dan testis.

Jadi, COVID-19 terutama menyerang sel tubular ginjal, sel Leydig dan sel di saluran seminiferus pada testis.Jika terjadi kerusakan pada jaringan ini maka akan meninggalkan bekas luka. Akibatnya bisa menyebabkan infertilitas pada pria.

Penelitian dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari 146 pasien pria. Namun masih perlu ditinjau lagi. Penelitian dapat diakses online di laman medRxiv.Anggota tim juga menyarankan para dokter untuk memonitor fungsi ginjal pasien pria untuk memastikan tidak adanya kelainan selama melakukan perawatan, demikian tulis Dream.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani