Netral English Netral Mandarin
19:07wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Benarkah Vaksin Sinovac akan Menurun Setelah Enam Bulan? Perlu Booster Ketiga

Selasa, 27-Juli-2021 21:00

Vaksin sinovac disinyalir hanya bertahan enam bulan.
Foto : Global
Vaksin sinovac disinyalir hanya bertahan enam bulan.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Pemberian vaksin Sinovac sekalipun sudah mendapatkan dua kali dosis, namun masih diperlukan booster sekali lagi.

Riset menunjukkan antibodi yang dihasilkan dari penyuntikan dua dosis vaksin Covid-19 Sinovac akan menurun setelah enam bulan. Hasil studi menyebutkan, dosis ketiga vaksin virus corona sebagai booster akan meningkatkan kembali kekebalan tubuh.

Penurunan kekuatan sistem imun tersebut dilaporkan dari hasil temuan para peneliti vaksin Sinovac di Tiongkok yang dipublikasikan pada Minggu (25/7). Penelitian melibatkan 540 orang dengan rentang usia 18-59 tahun. Responden ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu penerima dosis tinggi, dosis sedang, dan plasebo.

Efikasi vaksin Sinovac untuk dua dosis sebesar 65,3%. Responden yang mendapatkan dua dosis suntikan Sinovac, ketika antibodi diperiksa pada dua pekan menjadi 35,2%. Adapun responden yang diperiksa pada empat pekan kemudian menjadi 16,9%.

Sedangkan peserta yang menerima dosis ketiga sebagai booster yang disuntikkan sekitar enam bulan setelah dosis kedua, antibodi mereka meningkat tiga sampai lima kali lipat.

Dilansir Katadata, Senin, (26/7/2021), antibodi yang tercipta oleh vaksin Covid-19 Sinovac menurun di bawah ambang batas utama pada enam bulan setelah suntikan kedua. Vaksinasi ketiga diyakini akan kembali memperkuat antibodi.

Para peneliti berasal dari otoritas pengendalian penyakit di provinsi Jiangsu, Sinovac, dan institusi Tiongkok lainnya. Dalam makalah menjelaskan, temuan ini berdasarkan studi sampel darah orang dewasa sehat berusia antara 18-59. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok masing-masing 50 orang.

Kelompok pertama yakni mereka yang sudah diberi dua dosis vaksin dengan jarak dua minggu. Sementara kelompok lain yakni mereka yang diberi dua dosis vaksin dengan jarak empat minggu.

Dari penelitian itu, hanya 16,9 persen dan 35,2 persen dari masing-masing kelompok yang masih memiliki tingkat antibodi di atas ambang batas pada enam bulan setelah vaksin dosis kedua.

Sementara satu lagi, kelompok yang terdiri atas mereka yang diberi suntikan vaksin dosis ketiga, sebanyak 540 orang.

Dilansir dari Reuters, ketika peserta diberi dosis ketiga, sekitar enam bulan setelah yang kedua, tingkat antibodi telah meningkat sekitar 3-5 kali lipat. Ini dibandingkan tingkat antibodi yang terlihat saat empat minggu setelah dosis kedua.

Para peneliti memperingatkan, penelitian ini tidak menguji efek antibodi terhadap varian yang lebih menular. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk menilai durasi antibodi setelah suntikan ketiga.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati