Netral English Netral Mandarin
10:16wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Benarkah Varian Delta Plus Lebih Berbahaya dan Cepat Penyebarannya? Begini Penjelasan Pakar

Minggu, 01-Agustus-2021 20:30

Varian Delta diwaspadai lebih cepat penyebarannya.
Foto : Antara
Varian Delta diwaspadai lebih cepat penyebarannya.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Benarkah varian delta plus lebih berbagaya dan lebih cepat penyebarannya di Indonesia. 

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djorban, mengatakan sepertinya varian Delta Plus sedang naik daun.

Menjadi perbincangan di mana-mana. Bahkan variannya telah ditemukan di Indonesia. Apakah kecepatan penularannya lebih cepat dan lebih berbahaya ketimbang varian Delta “asli”?

Menurut dia, antibodi monoklonal ini bagus banget dan bisa selamatkan nyawa pasien Covid-19. Sebab itu obat ini mendapat izin emergency use authorization. Nah, varian Delta Plus ini dikhawatirkan tidak mempan dengan obat antibodi monoklonal sehingga akan mengurangi hasil pengobatannya.

Apakah naiknya kasus Covid-19 di Amerika karena Delta Plus? Belum ada informasi soal itu. Yang jelas, varian Delta yang diketahui saat ini lebih menular dari virus yang menyebabkan MERS, SARS, Ebola, flu biasa, flu musiman, dan cacar, demikian kata CDC.

“Lalu, apa yang harus dikhawatirkan dari Delta Plus ini? Yang sebenarnya menjadi isu para ahli adalah kekhawatiran Delta Plus yang bisa mengganggu pengobatan untuk pasien Covid-19--yang membutuhkan terapi obat antibodi monoklonal,” ujar Zubairi dilansir dari akun Twitternya, Minggu (1/8/2201).

Ia mengingatkan, mmeski pandemi mereda di Jakarta, kita masih harus hati-hati. Pelestarian prokes harus tetap lanjut. Jangan abai hanya berdasarkan kasus Covid-19 yang rendah atau rumah sakit tak lagi penuh. Sejujurnya, kehidupan mungkin tak akan lagi sama. Jangan terlalu percaya diri dulu.

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Sesmawati