3
Netral English Netral Mandarin
23:24 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Bikin Ngeri! Energi Magis Makam Ini dan Pulau Laki Biang Kerok Pesawat Jatuh?

Senin, 18-January-2021 09:32

Ilustrasi Bencana Pesawat Jatuh
Foto : Terkini.id
Ilustrasi Bencana Pesawat Jatuh
951

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mitos keberadaan Segitiga Bermuda yang terkenal angker dan membuat banyak pesawat jatuh hingga kini menjadi buah bibir masyarakat Indonesia.

Konon, di daerah tersebut mampu menyedot pesawat sehingga tak mampu melanjutkan perjalanan. Mengapa? Karena di Segitiga Bermuda diyakini memiliki sumber energi gaib semacam magnit yang mampu menyedot apapun yang melintas di sekitarnya.

Benar tidaknya mitos tersebut, namun demikianlah cerita lisan dari mulut ke mulut.

Selain Segitiga Bermuda, ternyata di Indonesia juga ada daerah tertentu yang diyakini mampu sedot pesawat. Dua di antaranya adalah makam Purboyo dan baru-baru ini disebut pula Pulau Laki, yang kini disoroti karena menjadi lokasi Pesawat Sriwijaya Air jatuh.

Makam Purboyo

Masyarakat meyakini, setiap makam memiliki kekuatan magis. Kekuatan magis dari makam yang satu berbeda dengan makam lainnya. Ada makam yang memiliki kekuatan magis yang sangat tinggi dan ada yang kekuatan magisnya biasa-biasa saja.

Orang-orang yang selama hidupnya terkenal sakti mandraguna, makamnya pun diyakini memiliki kekuatan magis yang tinggi sehingga menjadi angker dan keramat. Sedangkan orang biasa, makamnya pun biasa-biasa saja dan tidak menjadi angker atau menyeramkan.

Itulah yang terjadi dengan Makam Purboyo. Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Pangeran Purboyo, putra Panembahan Senopati. Makam ini terkenal sangat keramat dan terletak di Kompleks Pemakaman Wot Galeh, Sleman, Yogyakarta.

Penduduk sekitar percaya bahwa makam ini memiliki kekuatan magis. Jika ada pesawat yang melintas di atasnya, maka pesawat tersebut akan jatuh.

Peristiwa tragis yang pernah terjadi pada Minggu (20/12/2015), di mana pesawat T50i Golden Eagle terjatuh di Kompleks Lanud Adisucipto, Yogyakarta, adalah salah satu buktinya.

Banyak warga di sekitar Lanud Adisucipto menduga bahwa penyebab jatuhnya pesawat itu adalah karena pesawat melintas di atas makam Purboyo.

Semua penerbang atau pilot di Lanud Adisucipto sebenarnya sudah mengetahui mitos tentang Makam Purboyo. Namun entah mengapa, pilot  pesawat T50i Golden Eagle tidak menghiraukan larangan tersebut. Meskipun masih berupa dugaan, fenomena seperti itu tak ada salahnya untuk tidak diabaikan.

Di Kompleks Pemakaman Wot Galeh sendiri setiap malam Selasa Kliwon atau Jumat Kliwon selalu ramai didatangi para peziarah yang ingin melakukan tirakat.  

Peziarah biasanya tirakat di makam Pangeran Purbaya dan makam ibunya, yaitu Ratu Giring. Di antara peziarah juga ada yang memanfaatkan masjid yang dibangun di kompeks tersebut untuk berdoa.

Di bagian belakang masjid, ada sebuah sumur yang konon dibuat ketika Pangeran Purbaya masih hidup. Sumur itu masih berfungsi hingga kini. Mereka yang akan menjalani tirakat biasanya akan memulainya dengan mengguyur badan menggunakan air sumur sebanyak tujuh kali.

Berdasarkan "Babad Tanah Jawi", Pangeran Purboyo adalah putra Penembahan Senopati dari Rara Lembayung, putri Ki Ageng Giring, dari Mataram (abad ke-17). Karena kesaktiannya, Purboyo diangkat menjadi senopati perang Mataram ketika Sultan Agung bertahta.

Salah satu kesaktian yang dimiliki oleh Pangeran Purboyo adalah mampu membuat peluru langsung hanya dengan menggunakan tangan. Peluru yang dibuat bisa dihancurkan dengan tangannya juga.

Pangeran Purboyo juga dipercaya dapat membelah pusaka, yang memiliki kodam tinggi, sehingga menjadi dua bagian hanya dengan menggunakan tangan dan kukunya. Konon ada pusaka yang dibelah oleh Pangeran Purboyo, namun hingga kini pusaka itu tidak diketahui keberadaannya.

Menurut cerita, pusaka yang dibelah Pangeran Purboyo itu adalah pusaka dari para prajurit atau angkatan perang yang hendak menyerang Mataram. Dengan aksi itulah, para prajurit menyerah dan mengurungkan niat untuk menyerang Mataram.

Pulau Laki

Mengenai Pulau Laki yang diduga juga memiliki kekuatan magis juga pernah diungkap disebut-sebut sejumlah kesaksian. Hal ini kemudian dikait-kaitkan dengan fakta penemuan Tim SAR Gabungan dimana titik jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Tak heran bila kemudian ada yang bertanya-tanya sebenarnya ada apa dengan pulau itu yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat rute Jakarta-Pontianak itu?

Munculah analisa yang mengaitkan antara bencana Sriwijaya Air dengan kejadian sebelumnya yang polanya sama. Sebelumnya pernah terjadi seperti dialami Lion Air JT-610 pada 2018 silam.

Muncul pula pertanyaan jangan-jangan pulau ini angker seperti Segitiga Bermuda (Bermuda Triangle) di bagian barat Samudra Atlantik Utara.

Sontak warganet pun menyoroti pulau ini. Padahal kita ketahui, Pulau Laki adalah pulau tanpa penduduk yang terpencil di sebelah utara Pulau Jawa.

Secara geografis, pulau yang memiliki pesona keindahan alam tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Pulau Pari, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pulau itu memiliki luas 30 hektare. Di dekatnya ada Pulau Laki Besar dan Pulau Laki Kecil. Kawasan ini diperuntukkan sebagai tempat wisata sejak 22 Oktober 1988.

Berbagai fasilitas masih berdiri di pulau tersebut, seperti belasan bungalow, kolam renang air tawar, lapangan tenis, lapangan golf, hingga jogging track. Namun semua fasilitas itu tak lagi digunakan.

Pulau Laki sempat beralih fungsi sebagai lokasi untuk latihan tempur TNI Angkatan Laut, tetapi aktifitas di pulau tersebut lebih banyak orang memancing.

Dikutip dari situs Backpacker Jakarta, Pulau Laki memiliki fasilitas wisata berupa 15 bungalow, kolam renang air tawar, serta jogging track sepanjang lima kilometer mengelilingi pulau tersebut.

Dengan kondisi arus ombak yang tidak begitu kencang, pulau ini juga menjadi salah satu tempat yang nyaman untuk pengunjung yang mempunyai hobi memancing.

Beberapa ikan yang bisa didapatkan saat memancing di Pulau Laki adalah ikan baronang tompel, baronang angin, ekor kuning, lencam, kerapu, kapas-kapas, tanda-tanda, dan masih banyak lagi.

Adapun jika beruntung, pengunjung bisa mendapatkan ikan dengan ukuran terbesar seperti ikan baronang tompel 7 Jari.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto