3
Netral English Netral Mandarin
01:18 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Bencana Bertubi-tubi, Novel PA 212: Harusnya Rezim Jokowi Tobat Massal

Rabu, 20-January-2021 09:30

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Foto : PA 212
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Belum berakhir wabah Covid-19, bencana alam datang bertubi-tubi menghantam bangsa ini di awal tahun 2021, seperti pesawat jatuh, gempa bumi, gunung meletus, longsor dan banjir yang terjadi di berbagai daerah. 

Menyikapi hal tersebut, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin berpendapat bahwa terjadinya berbagai bencana itu merupakan peringatan bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk bertobat massal. 

"Kita sudah dikepung dengan musibah dari pandemi, krisis ekonomi sampai musibah, malapetaka, bencana di berbagai daerah yang seharusnya rezim ini tobat massal bersama kelompoknya," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (20/1/2021). 

Menurutnya, pertobatan rezim saat ini mesti disertai dengan penyelesaian sejumlah kasus termasuk kasus tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) pada awal Desember 2020 lalu. 

"Yaitu bebaskan para ulama yang lurus yang menyuarakan kebenaran, dan proses pembantai 6 laskar serta penjarakan para penista agama, lawan kebangkitan PKI gaya baru, serta jangan menjadi penjilat para cukong," ujarnya. 

Lebih lanjut, Novel Bamukmin berpendapat "Kalau mereka (rezim) tidak tobat, maka korbanya juga adalah ulama, karena musibah yang besar diwafatkannya para ulama yang otomatis ilmu Allah sedikit demi sedikit tercabut dengan cara mewafatkan para ulama".

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani