3
Netral English Netral Mandarin
15:59 wib
Sebanyak tujuh mantan kader Partai Demokrat yang baru saja dipecat bakal menggugat gugatan secara kolektif ke Pengadilan Negeri pekan depan. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan telah memangkas jumlah BUMN dari 142 menjadi tinggal tersisa 41 perusahaan.
Berasal dari Negara Afrika, Pelajar Ini Ciptakan Robot untuk Rawat Pasien COVID-19

Rabu, 17-Februari-2021 22:00

Robot perawat pasien COVID-19.
Foto : Antara
Robot perawat pasien COVID-19.
5

ABUJA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah pelajar Nigeria menciptakan robot yang suatu hari diharapkan dapat membantu rumah sakit merawat pasien COVID-19 dari jarak jauh, mengukur suhu, mengangkut obat-obatan, serta memungkinkan pekerja medis untuk berkomunikasi dengan pasien melalui kamera dan layar.

Robot tersebut berbentuk lemari dengan roda yang dikendalikan dari jarak jauh, dihiasi dengan pola bunga yang membuat semangat dan dijuluki "MAIROBOT".

Dalam sebuah demonstrasi, seorang perawat sekolah mengisi MAIROBOT dengan obat-obatan sementara seorang siswa, yang menggunakan pengontrol dan kacamata untuk melihat melalui kamera, menggerakkan mesin itu melalui koridor dan ke ruang isolasi tiruan untuk memindai dahi seorang siswa untuk mengetahui suhu tubuhnya.

“Saya berharap MAIROBOT ini dapat menekan dan mengurangi risiko yang dihadapi oleh para tenaga kesehatan ini ---saya ingin petugas kesehatan lebih aman,” kata Nabila Abbas, salah satu pembuat robot.

Tim robotika di Glisten International Academy di ibu kota Nigeria, Abuja, mulai mencoba membuat MAIROBOT dengan berkolaborasi secara daring, tetapi akhirnya harus bertemu untuk menyelesaikan proyek di lab mereka.

Meski demikian, MAIROBOT, yang pembuatannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, masih berada dalam tahap awal.

Selama demonstrasi, pintu ruang isolasi harus dibiarkan terbuka, dan robot hanya bisa membawa obat-obatan. Jadi, pasien yang bersangkutan akan memberikan sendiri obat sementara perawat mengawasi kamera.

"Saat ini kami sedang menyempurnakannya," kata David Adeniyi, guru yang mengawasi tim robotika. Tim mengatakan para siswa berharap MAIROBOT dapat tersedia secara komersial suatu hari nanti.

Bagi Abbas, penggunaan robot tidak akan berhenti pada masa virus corona.

"Penyakit menular lainnya juga bisa diatasi dengan MAIROBOT, seperti Ebola, demam Lassa dan semua virus menular ini," ujarnya, seperti dikutip Antara dari Reuters. 

Reporter : Irawan HP
Editor : Irawan HP