Netral English Netral Mandarin
20:55wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Sukses Budi Dayakan Lebah Madu Hitam Liar, Penghasilan Warga Kalsel Ini Tembus Rp445 Juta

Jumat, 24-September-2021 04:00

Maskuni sukses budi dayakan lebah madu hitam.
Foto : Antara
Maskuni sukses budi dayakan lebah madu hitam.
12

KABUPATEN BALANGAN, NETRALNEWS.COM - Warga Desa Haur Batu, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan bernama Maskuni, berusia 49 tahun, mampu menjadi salah seorang inspirator dalam budi daya madu.

Ia kini mengembangkan bisnis madu lebah kelulut dengan pendapatan yang fantastis. Bisnisnya itu bersumber dari kawasan hutan yang berada di sekitar tempat tinggalnya.

Sejak pertengahan 2018 hingga kini, Maskuni telah mampu menjual madu hingga 772 liter dengan hasil penjualan sekitar Rp445 juta.

Usahanya tersebut berawal saat dia menderita sakit lambung kronis. Ketika merasa sakit, Maskuni mencoba meminum madu kalulut, dan ternyata bisa sembuh.

Sejak saat itu, dia yakin bahwa madu ini akan mampu menjadi bisnis yang menguntungkan, karena selain rasanya yang asam-asam manis, madu tersebut juga mampu menyembuhkan penyakit.

Keyakinan tersebut ternyata benar, bahwa madu kalulut akhirnya menjadi primadona bisnis hasil hutan yang banyak dicari warga, karena khasiatnya mampu menyehatkan sekaligus bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

Informasi dari mulut ke mulut terkait khasiat madu kelulut dan potensi bisnisnya, terus menyebar, sehingga warga pun banyak yang ikut memburu sarang-sarang madu kelulut di dalam hutan.

Menyadari semakin banyaknya warga yang tertarik untuk berburu madu lebah hitam berukuran kecil ini membuat Maskuni khawatir dan gelisah.

Dia khawatir, lama kelamaan, bila banyak warga yang terus memburu dan mengeksploitasi hewan penghasil madu dengan cita rasa yang khas dan segar tersebut akan punah.

Akhirnya, Maskunipun berjuang keras untuk mendapatkan cara, bagaimana agar dia dan warga lainnya tetap bisa mendapatkan hasil, tanpa harus membuat punah sumber daya fauna tersebut.

Kegelisahan ini mendorong Maskuni untuk berubah. Ia bertekad menyelamatkan dan merawat koloni lebah melalui budi daya lebah madu kalulut.

Maskuni pun mencoba untuk membudidayakan lebah-lebah tersebut, dengan caranya sendiri.

Pada mulanya, Maskuni dianggap orang aneh dan gila karena ingin merawat dan memelihara lebah madu kalulut yang dipercaya masyarakat sebagai lebah yang tidak bisa dibudidayakan.

Namun, ia tidak menghiraukannya dan tetap melanjutkan budi daya lebah madu kalulut meskipun sangat minim pengetahuan.

"Saya mulai mengambil sedikit demi sedikit kalulut di hutan, awalnya ada 40 sarang yang dibudidayakan di lahan khusus," ujar Maskuni seperti dilansir dari Antara.

Usahanya tak berjalan mulus, teknik yang digunakan Maskuni membuat sarang tidak aktif dan lebah madu kalulut mati.

Namun hal itupun tak juga menyurutkan semangatnya, dan terus mencari informasi bagaimana agar sarang kalulut ini saat dibawa dari hutan ke lokasi budi daya aman.

Melalui bimbingan tim CSR sebuah perusahaan swasta nasional, yaitu Adaro Indonesia, Maskuni mulai melakukan budi daya dengan benar, seperti pada proses domestikasi (penjinakan) pada mobilisasi lebah menuju pekarangan rumah.

Selain itu, ia juga mendapatkan pelatihan dalam hal penanaman bunga sebagai makanan lebah, pembangunan rumah sarang buatan dan mesin panen madu.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP