Netral English Netral Mandarin
10:08wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Beri Syarat, Gubernur Anies Janji akan Buka Kembali Semua Kegiatan Publik

Senin, 02-Agustus-2021 07:40

Gubernur DKI, Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur DKI, Anies Baswedan
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta berjanji akan membuka kembali semua kegiatan publik, termasuk kegiatan sektor non esensial yang sejak PPKM Darurat hingga PPKM Level 4 yang berlangsung hingga 2 Agustus 2021.

Namun mantan Mendikbud itu mengatakan, ada syarat yang wajib dipenuhi sebelum semua kegiatan itu dibuka, yakni semua pelaku di semua sektor itu dan semua yang terkait dengannya, seperti jamaah/jemaat tempat ibadah, konsumen, pengunjung dan relasi yang datang ke tempat mereka berkegiatan, telah divaksinasi.

"Vaksin akan menjadi bagian dari tahapan pembukaan untuk kegiatan di masyarakat, baik ekonomi keagamaan, sosial, dan budaya di Jakarta. Jadi, pembukaan kegiatan itu bertahap, dan tahapannya ada kaitannya dengan vaksin. Maka, sebelum memulai kegiatan, pelaku di semua sektor itu harus divaksin dulu,” kata Anies seperti dikutip dari akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Ia mencontohkan, jika tukang cukur mau membuka tempat usahanya, maka harus divaksin dahulu, dan pelanggan yang akan mencukur rambut di tempatnya, harus sudah divaksin.

Pengusaha Warteg dan restoran juga boleh buka kembali, tapi seluruh pekerjanya juga harus sudah divaksin, dan konsumen yang membeli serta makan di tempat, juga harus sudah divaksin.

Pengusaha mal, tempat rekreasi, tempat hiburan dan lain-lain juga boleh buka, tapi ketentuannya sama; semua pekerja dan pengunjungnya telah divaksin.

Anies memastikan bahwa pengusaha dan pengurus tempat ibadah tidak akan dapat mengakali ketentuan ini, karena semua yang berada di tempat-tempat kegiatan itu akan dicek dengan aplikasi JAKI atau melalui situs pedulilindungi.id untuk mengetahui apakah mereka sudah divaksin atau belum, karena data seluruh orang yang sudah divaksin ada di sana.

“Atau akan diminta menunjukkan sertifikat vaksin bila memang sudah divaksin,” kata Anies.

Bagi penyintas Covid-19 yang belum dapat divaksin, kata Anies, dapat menunjukkan surat dari fasilitas kesehatan (Faskes) yang menyatakan dirinya merupakan penyintas Covid-19.

Sedang bagi yang belum divaksin karena mengidap suatu penyakit, dapat menunjukkan keterangan dari dokter.

“Vaksin merupakan syarat untuk dapat dimulainya suatu kegiatan,” tegas Anies.

Mantan Mendikbud yang juga mantan rektor Universitas Paramadina ini menjelaskan mengapa vaksin menjadi dasar dimulainya semua kegiatan di Jakarta.

Kata dia, berdasarkan data dan hasil kajian menunjukkan bahwa vaksin dapat mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian akibat Covid-19.

Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI yang sudah divaksin minimal dosis pertama, hanya 2,3% yang tetap terinfeksi, tapi tidak bergejala atau bergejala ringan.

Dan dari 4,2 juta warga ber-KTP DKI yang sudah divaksin itu hanya 0,013% yang meninggal karena Covid atau 13/100.000 penduduk. Ini artinya case fatality rate atau tingkat kematian akibat Covid turun sampai kurang dati 1/3-nya.

Anies pun mengimbau kepada warganya yang belum divaksin, agar segera mendaftar melalui aplikasi JAKI atau mendatangi tempat-tempat vaksinasi terdekat, karena kata Anies, hingga Sabtu (31/7/2021) masih banyak warga Jakarta yang belum divaksin.

Ia menyebut, hingga Sabtu kemarin jumlah orang yang divaksin di Jakarta telah mrncapai 7,5 juta orang, dimana 2,5 juta di antaranya telah mendapat vaksin dosis kedua.

Namun dari 7,5 juta orang yang telah divaksin, 1,3 juta di antaranya ber-KTP Jawa Barat, dan 500.000 orang ber-KTP Banten.

Ke-1,8 juta orang itu, kata Anies, 1,6 juta di antaranya merupakan petugas publik yang bekerja di Jakarta. Sisanya orang ber-KTP DKI yang tinggal di DKI, orang yang bekerja di DKI, dan orang yang sekolah/kuliah di DKI.

“Kami akan bergerak cepat agar semua warga Jakarta divaksin,” tegas Anies.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Irawan HP