Netral English Netral Mandarin
09:12wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Bermalam ke Desa Wisata Tak Pernah Terbayangkan Kenikmatannya

Sabtu, 31-Juli-2021 15:30

Desa Wistaa memiliki kecantikan tersendiri.
Foto : Kemenparekraf
Desa Wistaa memiliki kecantikan tersendiri.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Bagi Anda yang tinggal di kota besar, penuh dengan kebisingan, mencari tempat yang nyaman dan jauh dari keramaian tentu memiliki keinikmatan tersendiri.

Datanglah ke Desa Wisata yang ada seluruh Nusantara. Bukan hanya kearifan lokalnya yang bakal Anda temukan, tapi juga suasana nyaman dana amannya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah hadir dan mendukung penuh mengangkat potensi desa wisata melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 sebagai upaya mendorong dan membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) pascapandemi.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) hadir dengan semangat bersama dalam membangun desa wisata. Bukan Indonesia yang membangun desa, melainkan desa wisata membangun Indonesia.

“Pemerintah pusat all out mengangkat potensi desa wisata di tengah pandemi. Kami meyakini desa wisata ini _game changer_, dan merupakan suatu peluang yang memastikan kebangkitan Indonesia pascapandemi. Untuk itu perlu adanya suatu identifikasi, lantaran yang membedakan desa wisata yang satu dengan desa wisata lainnya selain keindahan alam adalah manusianya atau SDMnya,” kata Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat, (30/7/2021).

Turut hadir dalam kegiatan kali ini, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu; Sekretaris Kemenparekraf/ Sekretaris Utama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani;  Direktur Tata Kelola Destinasi dan Pariwisata Berkelanjutan Kemenparekraf, Indra Ni Tua; Plt. Kepala Biro Komunikasi, Cecep Rukendi; Ketua Dewan Juri ADWI 2021 yang juga Ketua Umum ICPI  Prof. Dr. Azril Azahari, Dewan Juri yang juga Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi.

Menparekraf menjelaskan, dalam pengembangan desa wisata ini akan ada pendampingan untuk pengelola desa wisata. Hal tersebut agar para pelaku parekraf dapat meningkatkan kualitasnya sehingga dapat meningkatkan daya saing dan makin tangguh menghadapi krisis. Setelah PPKM ini diharapkan dapat dilakukan semaksimal mungkin pendampingan terkait SDM dan pengelolaan desa wisata.

“Kita melihat partisipasi dari 368 peserta (wilayah VII) yang luar biasa. Untuk itu kami mendorong optimisme hadirkan semangat baru, kebangkitan baru dari peserta. Mudah-mudahan Bimtek ini bisa menjadi pembekalan yang baik untuk pengembangan desa wisata selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi menjelaskan, saat ini pemerintah tengah fokus kepada pemulihan ekonomi nasional dan berjuang untuk mengendalikan pandemi COVID-19. Dengan optimisme dan peran serta masyarakat Indonesia, diharapkan pandemi ini bisa segera berlalu.

“Pariwisata akan cepat tumbuh saat pandemi ini berakhir. Karena itu akan ada mobilisasi masyarakat untuk berkunjung ke desa-desa yang indah di Tanah Air. Karena dengan terselesaikan pandemi ini, sektor pariwisata akan segera tumbuh dan dapat dinikmati oleh pemangku kepentingan khususnya di desa-desa wisata,” ujarnya.

ADWI 2021 adalah ajang yang memberikan kesempatan untuk desa wisata menampilkan kreativitas dan inovasi yang dimiliki terutama ciri khas desa wisata itu sendiri.

“Kenapa harus desa, lantaran wisata alam akan meningkat dan menjadi tren baru, untuk itu potensi wisata, kuliner dan kreatifitas bisa kita dorong agar berkembang. Dengan begitu potensi desa-desa bisa dinikmati masyarakat yang ingin berwisata, agar mereka cukup berwisata di negaranya sendiri tidak perlu ke luar negeri,” katanya. 

Reporter : Sulha Handayani
Editor : Wahyu Praditya P