3
Netral English Netral Mandarin
23:07 wib
Apple dikabarkan akan meluncurkan iPhone 13 dengan opsi penyimpanan hingga 1TB. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka keran investasi pada industri minuman keras (miras) mengandung alkohol, minuman mengandung alkohol anggur, dan minuman mengandung malt.
Bersedia Divaksin Bukan Berarti Dukung Jokowi, RH: Persoalannya Trust

Selasa, 19-January-2021 13:15

Refly Harun , Ahli Hukum Tata Negara.
Foto : Istimewa
Refly Harun , Ahli Hukum Tata Negara.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, ada pihak yang pro dan kontra soal vaksinasi. Orang bahkan cenderung berpikir tidak rasional lagi, tetapi berpikir soal dukung-mendukung pada pemerintah. 

Misalnya saja, yang menolak vaksin berarti tidak mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tetapi yang bersedia divaksin, berarti mendukung Presiden Jokowi. 

"Padahal tidak begitu. Tidak bisa dilihat dalam perspektif dukung-mendukung. Apalagi ada video-video buzzer yang mulai menyerang, mereka menolak vaksin. Bukan begitu," kata RH, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Selasa (19/1/2021).

Menurut RH, yang menjadi persoalan vaksinasi adalah soal trust atau kepercayaan. Masyarakat atau sebagian masyarakat tidak tahu dan masih ragu dengan keampuhan Sinovac.

Pernyataan ini juga disampaikan RH menyusul Politisi PDIP Ribka Tjiptaning yang dirotasi dari komisi. Ribka yang tadinya berada di Komisi IX yang membidangi masalah kesehatan, digeser ke Komisi VII yang membidangi masalah energi. 

Diketahui RH, Ribka baru-baru ini bersuara menolak Vaksin Sinovac, komentari pengangkatan Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan dan menyindir bisnis di bidang kesehatan. 

Berdasarkan konstitusi, perlu untuk menghargai hak DPR dan para anggota DPR. Diantaranya hak bertanya, interpelasi, angket dan kemudian hak menyatakan pendapat. 

Menurut RH, apa yang disampaikan oleh Ribka itu dalam rangka melakukan, menyelenggarakan atau melaksanakan hak atau kewajiban sebagai anggota DPR. Ribka sebagai dokter dan merasa harus melindungi masyarakat.

"Jadi dua kapasitas itu tentu tidak bisa disepelekan, ketika seorang Ribka Tjiptaning meragukan mengenai efektivitas dan efisiensi dari Sinovac. Di satu sisi keraguan ada ketakutan akan efek samping dan risiko nyawa," kata RH.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan HP