Netral English Netral Mandarin
03:06wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Bertemu Anies, Tujuh Fraksi di DPRD DKI Sepakat Tolak Interpelasi Formula E

Sabtu, 28-Agustus-2021 05:00

Tolak Interpelasi 7 fraksi temui Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Tolak Interpelasi 7 fraksi temui Anies Baswedan
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tujuh dari sembilan fraksi di DPRD DKI Jakarta menolak interpelasi Formula-E. Pimpinan ketujuh fraksi tersebut dikabarkan menggelar makan malam bersama Gubernur DKI, Anies Baswedan di rumah dinas gubernur.

Ketujuh fraksi itu adalah Fraksi Nasdem, Golkar, Gerindra, PKS, PAN, dan Fraksi Demokrat.

Sebelumnya, Fraksi Fraksi PSI dan PDIP resmi menyampaikan hak interpelasi dewan untuk mempertanyakan rencana Formula-E. Surat interpelasi telah diserahkan ke Ketua DPRD DKI pada Kamis (27/8/2021).

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, ketujuh fraksi itu sepakat menolak hak interpelasi terkait program Formula E setelah melakukan pertemuan dengan Gubernur Anies Baswedan di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta, Kamis (26/8/2021) malam.

"Jadi, secara umum tujuh fraksi sepakat untuk tidak ikut interpelasi," kata Taufik, Jumat (27/8/2021).

Taufik menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Anies menjelaskan mengapa Formula E harus tetap terselenggara tahun 2022, yakni bahwa saat ini perekonomian Jakarta masih dalam kondisi terpuruk, sehingga perlu ada pemantik pertumbuhan ekonomi untuk mengembalikan kepercayaan para investor bahwa Jakarta dalam keadaan membaik dan bisa kembali seperti keadaan normal.

Dan pemantik itu, menurut Anies adalah pagelaran Formula E.

"Jadi, Formula E itu justru salah satu cara membangkitkan ekonomi, menumbuhkan kepercayaan (negara) luar kepada kita," tegas dia.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pimpinan fraksi yang hadir dalam pertemuan di Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta di antaranya adalah Ketua Fraksi Demokrat Desie Christhyana Sari dan Ketua Fraksi PAN Bambang Kusumanto.

Kemudian Wakil Ketua Fraksi PKS M Taufiq Zoelkifli, Ketua Fraksi Nasdem Wibi Andrino, Ketua Fraksi Gerindra Rani Mauliani dan Ketua Fraksi Golkar Basri Baco.

Seperti diketahui, Fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI pada Kamis (26/8/2021) mengajukan penggunaan hak interpelasi terkait penyelenggaraan Formula E kepada pimpinan Dewan. Surat pengajuan ditandatangani 25 anggota dan pimpinan Fraksi PDIP dan 8 anggota dan pimpinan Fraksi PSI.

Inisiator pengajuan penggunaan hak interpelasi itu, Ima Mahdiah, mengatakan, interpelasi diajukan karena Pemprov DKI Jakarta tidak transparan dalam menjelaskan program Formula E, karena eksekutif tidak pernah menjelaskan secara gamblang terkait program balapan mobil listrik yang menelan anggaran triliunan rupiah itu.

“Karena selama ini tidak pernah mendapat kejelasan yang jelas ketika kami rapat komisi. Rapat di mana pun, kami tidak pernah dapat jawaban yang memuaskan dari Pemprov DKI,” kata Ima, Kamis (26/8/2021).

Wakil Ketua Fraksi PDI-P ini menyebutkan, salah satu ketidakjelasan program Formula E adalah hasil studi kelayakan yang tak pernah ditampilkan ke publik.

Bahkan, kata Ima, anggota Dewan sebagai wakil rakyat pun tidak mendapatkan studi kelayakan Formula E dan juga tidak pernah terbuka mengenai memorandum of understanding (MoU) Formula E.

Itulah sebabnya, kata Ima, Fraksi PDI-P dan Fraksi PSI solid mengajukan interpelasi agar isu-isu yang tertutup bisa terbuka dengan jelas. 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani