Netral English Netral Mandarin
08:40wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
Bertemu Jokowi, Ketua Tim TP3 Ibaratkan Pertemuan Musa dengan Fir'aun, FH Tuding Hehamahua Yahudi

Rabu, 14-April-2021 13:40

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean menanggapi pertemuan Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI dengan Presiden Jokowi.

 

Abdullah Hehamahua yang merupakan ketua Tim TP3 mengibaratkan pertemuan dengan Presiden Jokowi, layaknya pertemuan Musa dengan Fir'aun.

 

Menanggapi hal tersebut, Ferdinand dalam akun Twitternya, mengatakan, ternyata Hehamahua ingin seperti Yahudi. Mengingat Musa adalah nabi orang Yahudi.

"Musa itu kan Yahudi toh? Israel Ternyata Hehamahua pengen sprt Yahudi toh? Baru tau saya. Hidup Yahudi..!" kata Ferdinand dalam akun Twitternya.

Sebelumnya Abdullah Hehamahua menceritakan proses pertemuan timnya dengan Presiden Joko Widodo di Istana.

Dia mengatakan, pertemuan kedua pihak tersebut seperti Musa yang mau datang bertemu dengan Firaun.

Dia mengatakan, awalnya mereka mengirimkan surat kepada Presiden berkanaan dengan peristiwa tersebut.

Akan tetapi, surat itu baru dibalas setelah satu bulan kemudian oleh Menko Polhukam Mahfud MD. Surat itu disusul telepon dari Istana kepada Sekretaris TP3.

“Bahwa Istana siap menerima besok datang jam 9. 10 orang harus tes antigen dulu," kata Hehamahua dalam video yang diunggah akun Ustadz Demokrasi, Selasa (13/4/2021).

Abdulla menyebut, TP3 sepakat memaknai pertemuan itu seperti pertemuan antara Nabi Musa dengan Firaun. “Kita (TP3) sepakat, kita datang sepeti Musa datang ke Firaun,” ucapnya.

Akan tetapi, Abdullah buru-buru menjelaskan bahwa bukan berarti pihaknya menganggap bahwa Jokowi adalah Firaun.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati