Netral English Netral Mandarin
12:04wib
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan melaporkan Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Besar Potensinya, UMKM Olahan Kelapa Buka Peluang Tembus Pasar Malaysia

Sabtu, 28-Agustus-2021 23:50

Ilustrasi kelapa kupas.
Foto : Istimewa
Ilustrasi kelapa kupas.
11

BATAM, NETRALNEWS.COM - Usaha mikro, kecil menengah yang memproduksi berbagai olahan kelapa menyasar pasar Malaysia, dalam B to B Opportunities Kepri-Malaysia yang digelar secara virtual, Sabtu (28/8/2021).

"Kelapa didatangkan dari Kepri dan daerah lain di Indonesia," kata seorang pelaku usaha olahan kelapa, Syafei.

Terdapat empat jenis olahan kelapa yang ditawarkan kepada pasar Malaysia, yaitu kelapa bulat, daging kelapa, santan murni segar, dan briket.

Pihaknya memiliki jaringan petani kelapa di beberapa pulau di Kepri dan Sumatera, untuk memenuhi pesanan dari Malaysia.

Ia menjelaskan, kelapa bulat yang diproduksinya menggunakan tempurung kelapa utuh dan sedikit sabut pada bagian luarnya.

Kemudian, daging kelapa terdapat dua macam varian, yaitu yang berwarna putih yang sudah dikupas dan dibuang kulit ari. Ini sering dijadikan bahan untuk membuat kue. Kemudian daging kelapa yang batoknya sudah dibuang.

"Ini tahan lama. Pengirimannya bisa menggunakan kontainer," kata dia.

Pihaknya juga menawarkan santan murni yang dibekukan.

"Kami mengolah dengan higienis dari kelapa pilihan agar tetap wangi dan rasa tidak berubah," kata dia.

Pihaknya juga memproduksi briket tempurung kelapa dengan wangi yang khas.

Konsul Ekonomi KJRI Johor Bahru Ari Wardhana menyatakan olahan kelapa memiliki pasar yang bagus di Malaysia, yang masih dapat diisi pelaku UMKM Indonesia yang ingin ekspor ke sana.

Menurut dia, nilai ekspor produk pertanian dari Indonesia masih sangat kecil ke Singapura, sehingga pasarnya pun relatif luas. Apalagi apabila dikirim dari Kepri, yang secara jarak relatif dekat dengan Singapura.

""Peluang untuk mengambil porsi ekspor produk pertanian ke Malaysia masih sangat besar karena 'shared' Indonesia di bawah 1 persen," kata dia, seperti dilansir dari Antara.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP