Netral English Netral Mandarin
17:21wib
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan dunia berada di jalur bencana lantaran pemanasan global yang terus berlangsung. Uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap 11 calon hakim agung usulan Komisi Yudisial (KY) di Komisi III DPR akan digelar pada pekan depan.
Beser Bisa Terjadi Pada Siapa Saja, Begini Cara Mengatasinya Tanpa Minum Obat

Kamis, 19-Agustus-2021 19:00

Ilustrasi mengompol
Foto : Istimewa
Ilustrasi mengompol
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beser dan mengompol termasuk dua masalah yang bisa dialami siapa saja mulai dari anak-anak hingga lansia, ungkap Prof. Dr. dr. Siti Setiati, Sp.PD, KGer, M.Epid dari Divisi Geriati Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM.

Beser (overactive bladder atau OAB) merupakan gangguan fungsi berkemih atau gangguan penyimpanan urin di kandung kemih yang ditandai keinginan berkemih tak tertahankan, tiba-tiba dan diikuti berkemih berkali-kali.

Dari sisi frekuensi berkemih, mereka yang beser bisa buang air kecil 8 kali atau lebih dalam 24 jam. Padahal, orang normal biasanya 4-5 jam sekali atau maksimal 6 kali dalam sehari.

Sementara mengompol (inkontinensia) yakni kondisi ketika seseorang tidak dapat menahan atau mengendalikan keluarnya urin dan ini umumnya kelanjutan dari OAB.

"Masalah beser dan ngompol bukan pada lansia saja, lintas umur. Beser itu belum sampai mengompol, kalau mengompol kelanjutan beser," ujar Prof. Siti dalam sebuah edukasi media secara virtual, Kamis (19/8/2021).

Menurut Prof. Siti, baik beser maupun mengompol tak bisa dianggap masalah biasa karena dapat menurunkan kualitas hidup, yang dimulai dari gangguan tidur akibat sering terbangun di malam hari untuk berkemih, sulit beraktivitas, khawatir tak bisa menemukan kamar mandi bila ingin berpergian dan lainnya.

Pada mereka, terutama lansia, sering buang air kecil dan terburu-buru karena tidak bisa menahannya bisa meningkatkan risiko jatuh.

Di sisi lain, popok atau pembalut dianggap bukan solusi karena bisa menyebabkan masalah baru yakni ruam-ruam hingga lecet pada bokong.

Kabar baiknya, beberapa penyebab mengompol dan beser dapat diperbaiki tanpa obat-obatan, sehingga pasien tidak perlu terlalu terburu-buru meminum obat.

Tenaga medis pasti akan melakukan pengkajian yang lebih menyeluruh terlebih dahulu sebelum memberikan obat.

Sebelum obat, mengatasi kedua masalah ini bisa melalui sejumlah cara antara lain: pembatasan asupan minum, tidak minum 2 jam sebelum tidur, mengurangi konsumsi kafein, alkohol, minuman bersoda, minuman manis, berhenti merokok, menurunkan berat badan bila sebelumnya mengalami kelebihan bobot, bladder retaining. 

Latihan misalnya yang berfokus pada otot dasar panggul juga bisa dilakukan. Demikian seperti dilansir dari Antara. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP