Netral English Netral Mandarin
16:40wib
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengkritik peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai pengawas keuangan negara, namun tidak ada pihak ketiga yang mengawasinya. Para ilmuwan di Afrika Selatan mendeteksi varian Covid-19 baru yang memiliki banyak mutasi. Varian ini disinyalir jadi penyebab tingginya penyebaran kasus di negara tersebut.
Ingat Besok Ada Demo Besar! Ade Armando: Para Mahasiswa Dungu Dimanfaatkan Politisi Busuk untuk Gulingkan Jokowi

Jumat, 23-Juli-2021 09:10

Ade Armando
Foto : Kolase Netralnews
Ade Armando
56

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Merasa tergelitik dengan seruan aksi turun ke jalan yang disuarakan sejumlah organisasi dan mahasiswa, Ade Armando mencuit kesal.

“Sementara orangtua mereka, keluarga mereka, tetangga, rakyat bersatu padu mengatasi pandemi; para mahasiswa dungu dimanfaatkan politisi busuk untuk bikin gerakan menggulingkan Jokowi,” kata Ade Armando, Jumat 23 Juli 2021.

Ia juga mengunggah seruan yang dimaksud. Dalam poster tersebut tertera:

“#ReformasiDikorupsi Mosi Tidak Percaya. Seruan Aksi Nasional, Jokowi End Game. Mengundang seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan Oligarki Istana beserta jajaranya. 24 Juli 2021. Longmarch Glodok-Istana Negara. Seluruh Masyarakat.”

Sementara sebelumnya dilansir Kompas.com, puluhan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon berunjuk rasa menuntut pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Senin (19/7/2021). 

Dalam aksi yang berlangsung di depan kampus Universitas Pattimura itu, mahasiswa juga menuntut agar Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya. Massa bahkan membawa sebuah spanduk yang mengusung tagar turunkan Jokowi. 

“Kami menuntut Presiden Jokowi segera mundur dari jabatannya sekarang juga,” teriak salah satu mahasiswa saat menyampaikan orasinya. Mereka menilai Presiden Joko Widodo telah gagal mengelola negara di tengah situasi pandemi saat ini. 

PPKM dianggap sengsarakan rakyat Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Pemberlakuan PPKM yang dilakukan mulai dari pusat hingga daerah dianggap tidak berdampak terhadap pengendalian virus corona dan malah menyengsarakan masyarakat. 

“Yang paling ironis disaat masyarakat Indonesia dibatasi secara ketat, pemerintah malah mengizinkan tenaga kerja asing dari China terus bebas masuk ke wilayah Indonesia termasuk ke Maluku,” kata dia. 

Para demonstran mengungkapkan PPKM telah merampas hak hidup masyarakat tidak hanya di Ibu Kota tetapi juga di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Ambon. 

Kebijakan PPKM dianggap mematikan perekonomian di daerah. 

“Dari Maluku kami menyerukan agar Presiden Jokowi segera mundur, karena beliau telah gagal. Kebijakannya di situasi sulit saat ini justru membunuh masyarakat,” teriak mahasiswa lainnya. 

Selain menilai presiden telah gagal, mahasiswa juga menilai Gubernur Maluku Murad Ismail dan Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy juga gagal mengelola daerahnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto

Berita Terkait

Berita Rekomendasi