3
Netral English Netral Mandarin
20:57 wib
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD), Hencky Luntunngan, menyebut KLB dipastikan akan digelar pada Maret ini. Pemerintah memutuskan mencabut aturan mengenai investasi industri minuman keras yang tercantum dalam lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.
BI Bebaskan Uang Muka Kredit Motor dan Rumah, TZ: Apakah Pejabat Kita Sudah Ketularan Penyakit Mental Hutang?

Jumat, 19-Februari-2021 16:35

Tengku Zulkarnain
Foto : Twitter
Tengku Zulkarnain
1

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Tokoh oposisi Tengku Zulkarnain mengkritik langkah Bank Indonesia yang memberikan keringanan kredit motor dan rumah dengan DP 0 persen. Menurut Tengku Zul berhutang bukanlah kabar gembira, apalagi barang yang dibeli dengan hutang itu adalah barang tipe konsumtif.

Ia menduga para pejabat di Indonesia sudah terjangkit penyakit hutang dan bermental penghutang sehingga hutang diberi keringanan di negeri ini.

“Hutang dibilang kabar gembira?

Barang yg dihutang utk konsumsi pula.

Apakah pejabat kita sdh ketularan penyakit mental hutang?

Hadeuuh,” tulis Tengku Zul di akun Twitternya, Jumat (19/2/2021).

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara resmi mengesahkan aturan kebijakan uang muka (Down Payment) nol persen untuk kredit kendaraan bermotor. Aturan itu sendiri akan mulai diberlakukan 1 Maret mendatang.

"Ini berlaku efektif 1 Maret 2021 hingga akhir tahun ini" kata Fery lewat keterangan resminya, Jumat (19/2/2021).

Menurutnya, pelonggaran uang muka kredit kendaraan bermotor 0 persen ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor industri otomotif. Insentif inipun berlaku untuk semua jenis kendaraan.

"Ini untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memerhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko," paparnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, dalam hal menjaga prinsip kehati-hatian, nantinya tidak semua bank bisa memberikan fasilitas DP nol persen, BI akan memberikan ketetapan khusus hanya kepada Bank-bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF. 

"Hanya bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF NPF tertentu yang mampu menyalurkan kredit dengan insentif baru tersebut," tegas Perry.

Adapun bank dimaksud ialah bank yang mencatatkan posisi rasio kredit macet NPL atau NPF di bawah 5 persen.

Tak hanya sektor otomotif, menurut Perry, BI juga melonggarkan aturan pembiayaan kredit untuk sektor properti menjadi 100 persen atau kredit 

"Pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan)," ucapnya.

"Ini juga berlaku efektif dari 1 Maret 2021-31 Desember 2021," tandas Perry.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Nazaruli