Netral English Netral Mandarin
02:03 wib
Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo meyakini dirinya tertular Covid-19 saat makan karena harus melepas masker. Ia pun mengimbau masyarakat menghindari makan-makan bersama orang lain. akan menggunakan GeNose, alat deteksi virus corona atau Covid-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), di sejumlah stasiun kereta api di Indonesia mulai 5 Februari 2021.
Biarkan Kegiatan Berpotensi Cluster Baru Covid-19, Warga Laporkan Wali Kota Jakbar ke Inspektorat

Senin, 30-November-2020 15:45

Foto :
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Wali kota Jakarta Barat Uus Kuswanto dilaporkan ke Inspektorat Pemprov DKI Jakarta karena diduga mendukung kegiatan yang dapat berpotensi timbulnya cluster baru Covid-19.

Kegiatan tersebut adalah penyelenggaraan Trofeo Persija Glory 2001 pada 15 November 2020, di Lapangan Porsekem, Kembangan. Turnamen tersebut menyebabkan kerumunan massa yang dapat menyebabkan timbulnya cluster baru penyebaran Covid-19.

Laporan sendiri disampaikan warga bernama Badar Subur ke kantor Inspektorat Pemprov DKI Jakarta, di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Barat, Senin (30/11/2020). Ia pun mengaku prihatin dengan kinerja Wali Kota yang notabenenya Ketua Satgas Covid-19 di wilayah.



"Saya sebagai warga sangat perihatin atas kinerja Pemerintah Kota Jakarta Barat yang berkesan membiarkan pelanggaran protokol kesehatan dalam turnamen sepakbola itu," kata Badar usai melaporkan Wali Kota Jakbar, Uus Kuswanto ke Inspektorat, Senin (30/11/2020).

Selain Uus, dalam surat laporannya juga tercantum nama Camat Kembangan, Joko Mulyono dan Lurah Kembangan Utara, Rudi Hariyanto. Selain Inspektorat mereka juga dilaporkan ke DPRD DKI Jakarta.

"Sudah seharusnya kinerja para aparatur itu dievaluasi. Apalagi mereka adalah pimpinan Satgas Covid-19 di masing-masing tingkatannya," terangnya.

Sebelumnya beredar foto dan video penyelenggaraan Trofeo Persija Glory 2001 yang disaksikan oleh ratusan warga. Dalam foto dan video tersebut terlihat jelas bahwa warga menonton tidak menerapkan jaga jarak. Bahkan banyak dari mereka anak-anak yang tidak memakai masker.

"Panitia sangat tidak profesional karena dengan bukti-bukti itu malah membuat pembelaan di beberapa media nasional dengan mengatakan sudah menerapkan protokol kesehatan. Bukti berbicara Bung!," tegasnya.

 

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : sulha