Netral English Netral Mandarin
03:35wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Bikin Heboh, Akun Harris Alyamani Posting Covid-19 Hasil Rekayasa dan Telah Disiapkan

Jumat, 30-Juli-2021 14:40

Tangkapan Postingan Facebook Harris Alyamani
Foto : Istimewa
Tangkapan Postingan Facebook Harris Alyamani
45

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Netizen sedang dihebohkan oleh postingan pemilik akun Facebook Harris Alyamani yang sebagian besar isinya menggambarkan sebuah kejadian yang dianggap banyak orang sangat tepat dengan kondisi saat ini.

Yang lebih bikin heboh, pada data postingan itu tertulis 23 Juni 2016. Artinya, postingan itu dibuat lebih dari lima tahun lalu sebelum Corona mewabah. Berikut postingan yang menghebohkan itu;

"Bismillahirrohmaanirrohim… (dalam bahasa Arab)

Masa-masa kelam akan terjadi di akhir 2019 nanti yang akan merubah dunia. Fitnah dajjal akan terjadi, wabah pandemi palsu akan menimpa seluruh dunia. Flu biasa akan dibuat luar biasa hingga 2020 ekonomi kacau. Permainan hidup dimulai untuk mengurangi populasi manusia di bumi dengan racun yang ditebar melalui udara, melalui pesawat, hingga membuat banyak orang keracunan. Kemudian dibuat skenario terkena virus. 2021 dibuat aturan untuk vaksin, padahal apa yang Allah berikan manusia dengan imun alami yang kuat, namun mereka menukar imun alami dengan vaksin buatan yang isinya adalah racun, virus dan sistem untuk mengendalikan manusia melalui signal 5g dan magnetik. Akan banyak yang mati dan lumpuh karena vaksin tsb. Akan tiba waktunya nanti mereka dikontrol dengan darah, kartu vaksin dan chip vaksin.

Yang tidak mau divaksin akan dipaksa dan dibatasi ruang geriknya. Bahkan jika ingin terbang pun wajib harus divaksin. Jalan-jalan, sekolah, mall semuanya ditutup. Permainan terus berlangsung hingga seluruh manusia bisa mereka kontrol. Bencana alam akan terjadi di bumi hingga menjelang 2021 menuju 2022, melanda hampir seluruh dunia karena Ka’bah sepi dari tahun 2021. 2022 akan menjadi parah dengan dikontrol habis. Penduduk Asian banyak yang mati karena racun obat dan vaksin, sedangkan eropa tidak lagi menggunakan masker. 2023-2024 kejahatan pengikut dajjal semakin menjadi. Mereka membunuh banyak orang dengan jarum suntik racun dan vaksin. Langit akan terbelah, air naik, banyak pulau tenggelam, peperangan terjadi.

Next… Indonesia, Malaysia dan hampir seluruh dunia menjadi 1 pemerintahan.

Cerita ini mungkin fiksi. Mudah-mudahan tidak terjadi. Saya hanya menulis semuanya. Anggap saja sebagai sebuah hayalan, namun… bersiaplah".

Saking akuratnya cuitan itu, banyak yang tak percaya kalau postingan itu memang dibuat pada 23 Juni 2016. Yang tak percaya yakin bahwa postingan itu merupakan hasil editan, atau dibuat baru-baru ini, namun tanggalnya diubah ke 23 Juni 2016.

Postingan itu heboh setelah dishare oleh banyak netizen, di antaranya oleh pemilik akun Twitter @NenkMonica.

@NenkMonica termasuk orang yang tak percaya pada otentikasi postingan itu.

“Ada yang bisa bantu menelusuri ini? Apakah ini hoax? ” katanya seperti dikutip Jumat (30/7/2021).

“Yang ahli IT mhn bantu dicek – terlepas percaya atau tidak percaya,” kata Muhammad Said Didu melalui @msaid_didu.

Seperti diketahui, banyak yang mencurigai kalau pandemi Covid-19 merupakan hasil rekayasa Zionis Internasional dan organisasi-organisasi underbow-nya yang sangat terkenal, yakni Freemasonry dan Illuminati, untuk merealisasikan misi mereka menciptakan tatanan dunia baru (The New World Order) dimana mereka menjadi penguasanya. Pandemi ini dicurigai sengaja diciptakan untuk mengurangi populasi manusia di Bumi agar mudah dikendalikan.

Salah satu tokoh yang meyakini hal ini adalah pengamat kebijakan publik Amir Hamzah.

"Jika kita merujuk pada pernyataan pendiri Microsoft Bill Gates pada 2015 lalu bahwa di masa depan akan terjadi wabah yang disebabkan oleh virus, dan pernyataannya itu terbukti pada 2020 dengan munculnya pandemi Covid-19, kita harus pahami bahwa munculnya pandemi ini bukan sebuah kebetulan dan bukan juga terjadi secara alami. Ini didesain,” kata Amir di Jakarta pada 11 Maret 2021.

Bill Gates diketahui merupakan seorang Mason (anggota Freemasonry).

Kecurigaan kalau pandemi Covid-19 hanyalah rekayasa juga diungkap Vernon Coleman, seorang dokter di Inggris yang beralih menjadi penulis profesional.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Coleman mengatakan bahwa Covid-19 sesungguhnya virus flu biasa yang dibuat sedemikian rupa, sehingga menjadi “sangat menakutkan” agar para kapitalis dapat menjual vaksin yang sesungguhnya masih dalam tahap eksperimen.

“Saya tidak mengatakan bahwa infeksinya adalah hoaks, tetapi itu adalah seperti flu biasa. Flu yang dapat menyebabkan kematian sebanyak 650.000 orang di seluruh dunia dalam enam bulan, itu hoaks yang berlandaskan pada tipu daya dan salah tafsir yang telah menciptakan ketakutan,” katanya.

Coleman menilai, di seluruh dunia, para pejabat dan penasehatnya telah membangun prediksi yang absurd untuk menakuti penduduk. Mereka menetapkan hal yang sia-sia dan merugikan, seperti social distancing. Mereka juga menetapkan lockdown dan menutup departemen rumah sakit, padahal mereka tahu ini akan membuat pasien kanker dan jantung berada pada level kedua, dan justru akan membunuh lebih banyak orang dibanding virus Corona.

Coleman menuding, para pejabat yang korup dan media yang telah disuap dengan iklan yang merupakan sumber utama pemasukan media, memiliki peran dalam menciptakan ketakutan tersebut.

“Bahkan lebih dari itu, mereka telah menggunakan sains yang penuh dengan kebohongan, memilih dan memutuskan bukti-bukti kecil untuk dipakai,” katanya.

Hingga kini tudingan-tudingan ini seperti angin lalu dan menjadi tanpa makna, akibat masifnya pemberitaan tentang pandemi Covid-19 yang terus di-up date setiap hari, lengkap dengan jumlah kasus baru, jumlah orang meninggal akibat Covid-19, dan yang sembuh.

Seperti isi postingan Harris, vaksinasi Covid-19 kini menjadi sesuatu yang wajib dengan dalih untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan membentuk herd Immunity alias kekebalan komunal terhadap Covid-19, sehingga untuk berpergian dengan pesawat dan moda transportasi lain, orang harus punya surat vaksinasi yang membuktikan bahwa mereka telah divaksin. Bahkan di DKI Jakarta saat ini, untuk dapat menerima bantuan sosial non tunai (BSNT) berupa beras, orang harus lebih dulu divaksin.

Yang lebih menarik, dalam postingannya Harris menyebut-nyebut sinyal 5G dan chip yang tertanam dalam vaksin yang disuntikkan ke tubuh manusia saat ini.

Chip dalam vaksin sempat menjadi salah satu isu yang beredar di masyarakat pada Februari 2021 lalu, tak lama setelah pemerintah menggulirkan program vaksinasi Sinovac pada 13 Januari 2021.

Salah satu netizen yang mengangkat soal isu chip dalam vaksin adalah Novi Hardian. Dalam unggahannya, dia memposting sebuah gambar dengan tulisan sebagai berikut:

“Ketika di vaksin, microchip yang sangat kecil dipasang tanpa terasa dg diam2. Tujuannya lain selain utk corona juga utk membunuh yg diprogram secara remote orang yg tdk disukai oleh Dajjal baru.”

Bersama gambar dan tulisan tersebut, pemilik akun itu juga menuliskan caption begini: “WASPADALAH BAGI UMAT ISLAM SEMUA DENGAN ADANYA VAKSIN YANG MAU DI PROGRAMKAN PEMERINTAH… PADA AWAL TAHUN 2021 UMAT ISLAM HARUS BERANI TEGAS MENOLAKNYA KALAU TIDAK MAU DI BUAT TARGET PEMBANTAIAN 7,5 MILIYAR NYAWA…”

Isu chip dalam vaksin itu dibantah pemerintah, dan isu itu lalu hilang begitu saja.

Dan barangkali bukan suatu kebetulan kalau jaringan 5G telah digunakan di Indonesia melalui PT Telkomsel sejak 27 Mei 2021 lalu, meski masih mencakup wilayah yang terbatas.

Siapakah para pengikut Dajjal yang disebut-sebut sebagai panyebab munculnya pandemi Covid-19?

Merujuk pada sejumlah literatur, salah satu pengikut Dajjal adalah bangsa Yahudi sebagaimana salah satu sabda Rasulullah SAW yajg diriwayatkan Anas bin Malik. Nabi SAW berkata; kelak Dajjal akan diikuti oleh 70 ribu orang Yahudi dari isfahan (sekarang masuk wilayah Iran, red) yang memakai baju tebal berjahit.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati