Netral English Netral Mandarin
15:35wib
Sebanyak 11 siswa MTs Harapan Baru Cijantung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meninggal saat kegiatan pramuka susur sungai di Sungai Cileueur. Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan moratorium penerbitan izin usaha baru untuk pinjaman online.
Bikin Malu, KPK Sebut Mantan Koruptor sebagai Penyintas, Said Didu: Pelaku Dianggap sebagai Korban?

Selasa, 24-Agustus-2021 11:56

Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Muhammad Said Didu
20

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang netizen merasa malu dengan pernyataan KPK yang menyebut pelaku koruptor sebagai “penyintas”. 

Pernyataan tersebut juga membuat Muhammad Said Didu tergelitik dan menilai KPK saat ini benar-benar menjadi pelindung koruptor.

“KPK memberikan gelar ‘penyintas korupsi’ kpd koruptor. Arti penyintas adalah orang yg selamat dari bencana.  Lha mereka pelakunya kok dianggap ‘korban’?” kata Said Didu, Selasa 25 Agustus 2021.

“Para koruptor juga akan diberikan jabatan penyuluh korupsi? Sudah tepat kalau @KPK_RI skrg dianggap pelindung koruptor,” imbuhnya.

Seorang netizen bernama dr Eva Sri Diana Chaniago @__Sridiana_3va menulis:

“Mereka itu kelewat pinter atau apa pak  @msaid_didu?? Kok ya jadi kita yg malu menyaksikan semua ini,” kata Eva Sri.

Said Didu kemudian mengaitkan peran buzzer dalam menghadapi kritinya.

“Pasukan buzzerp sdg rapat rumuskan pembenaran - ini honornya mungkin lbh besar krn urunan para koruptor. Tunggu sktr jam 12.00 mention pembenaran akan muncul,” kata Said Didu.

Untuk diketahui, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wawan Wardiana menyebut narapidana kasus korupsi sebagai penyintas. Menurut dia, narapidana korupsi mendapatkan pelajaran berharga yang dapat disebarluaskan ke masyarakat usai menjalani proses hukum.

Gagasan tersebut disampaikan Wawan dalam agenda penyuluhan antikorupsi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (31/3). Acara ini diikuti 25 narapidana kasus korupsi yang mendapat program asimilasi dan masa penahanannya hendak berakhir.

"Masyarakat apa pun juga termasuk di Lapas yang kebetulan punya pengalaman, penyintas korupsi, sehingga diharapkan dengan pengalaman yang mereka dapatkan bisa di-sharing calon-calon yang kita harapkan tidak jadi punya niat tapi setelah dengar testimoni dari para warga binaan atau apa pun harapannya pengalaman-pengalaman itu bisa diterima oleh masyarakat lain dan tidak jadi untuk melakukan korupsi," ungkap Wawan.

Wawan pun menuturkan, tujuan penyuluhan antikorupsi adalah membangun komunikasi agar narapidana tidak mengulangi perbuatan dan berperan aktif dalam pencegahan korupsi. Program itu pun, lanjut dia, dilakukan secara berkala melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM.

"Ini akan berlanjut bukan hanya di sini saja. April nanti akan ada di Lapas Tangerang dan sampai akhir tahun dicoba juga siapa yang ikut yang menentukan di Lapas. Tapi, yang diharapkan warga binaan yang asimilasi, yang sebentar lagi keluar," ucap Wawan lagi.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memberikan keterangan pada wartawan terkait dugaan kasus korupsi. Jakarta, 28 November 2020. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Lihat juga:Yasonna Tutup Pintu Moeldoko Ajukan Struktur Demokrat LagiSementara itu, Ketua KPK, Firli Bahuri berujar narapidana kasus korupsi bisa juga dijadikan sebagai agen antikorupsi ketika sudah berbaur di masyarakat kelak.

"Paling penting lagi para pelaku korupsi yang sudah menjalani hukuman itu bisa menyebarkan bahaya korupsi, sehingga mereka kita jadikan sebagai agen untuk penyuluh antikorupsi supaya tidak melakukan korupsi," tambah Firli seperti dinukil CNN Indonesia.

Narapidana yang mengikuti penyuluhan antikorupsi ini adalah mereka yang ditangani oleh KPK dan Kejaksaan.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati