Netral English Netral Mandarin
04:12wib
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan tak mencari Perang Dingin baru dengan China. Sejumlah jaringan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di berbagai daerah menyoroti kasus-kasus dugaan kriminalisasi petani jelang Hari Tani Nasional.
Bikin Nyesek! Begini Kemarahan Anak Kedua Joanna Alexandra Melepas Kepergian Ayahnya, Raditya Oloan

Jumat, 07-Mei-2021 10:33

Raditya Oloan dan Joanna Alexandra
Foto : Suara
Raditya Oloan dan Joanna Alexandra
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kabar duka sedang menyelimuti keluarga Pemain Film Joanna Alexandra, pasalnya Suaminya, Raditya Oloan meninggal dunia di usia 36 tahun. Pria yang merupakan pendeta muda itu meninggalkan empat orang anak yang masih kecil-kecil. 

Empat orang anak itu adalah Zuriel Paris Jedidiah Panggabean, Zeraiah Moria Phinehas Panggabean, Zoe Havilah Salajena Panggabean, dan Ziona Eden Alexandra Panggabean yang alami kondisi langka bernama campomelic dysplasia (CMD). 

Mengetahui kepergian ayahnya pasca terinfeksi Covid-19, anak kedua Joanna yang bernama Zeraiah Moria Phinehas Panggabean atau akrab disapa Zera ungkap rasa kemarahan dan kesedihan di Media Sosial Instagramnya. Zera sempat mengunggah sebuah foto dirinya tengah memeluk Radit yang berkacamata. 

Zera yang menyebut Radit dengan kata Daddy menilai, ayahnya sudah cukup melalui rasa sakit selama ini. Anak yang fasih berbahasa Inggris itu meyakini, Daddy nya  sekarang sudah dalam damai dengan Tuhan. 

Tapi dia ungkap, ada hal yang membuatnya marah di saat kepergian Daddy nya. Dia menyadari, Radit kini tidak berada di sisinya untuk menyemangatinya, dia juga tidak bisa menonton film dan anime yang biasa dilakukan bersama. Zera mengaku marah karena tidak bisa begadang hingga larut malam menonton film bersama Daddy yang amat dia cintai. 

“Thing to be mad about: my dady is not there to encourage me, I can’t watch movies and anime with him, and I won’t be able to stay up at night wathcing movie with him,” kata Zera, dikutip dari unggahan Media Sosial Instagramnya, Jumat (7/5/2021).

Meski demikian, di sisi lain Zera mengaku senang karena Daddy nya tidak merasakan sakit lagi. Selain itu yang Zera syukuri, Tuhan selalu ada di sisinya selalu dan selamanya. 

“Thing I should be happy about: my dad is in peace and no more pain, God is still in my side forever and ever,” kata Zera. 

Kenangan Radit Soal Zera: Zera anak kedua gue sangaaaaaaat mirip dengan gue

Menurut pantauan Netralnews, sebelum meninggal, Radit sempat berbicara soal anaknya Zera. Perbincangan soal Zera sempat Radit unggah melalui feed Instagramnya pada 10 Januari 2021 lalu. 

Radit mengaku Zera sangat mirip dengannya. Salah satu hal yang sering membuat Zera kena disiplin adalah mudah marah dan apabila sudah marah bisa sangat meledak. Maka dari itu Zera paling sering kena omelan dan disiplin dari Radit. Sampai akhirnya Radit merenungkan kenapa Zera bertindak demikian. 

“Tuhan ingetin gue di beberapa momen dimana Zera mendadak nangis. Emang paling sering ketika dia lagi temenin gue pelayanan atau pas kita lagi berdoa. Zera adalah anak yang paling sensitif sama kehadiran Tuhan. Waktu dia di usia 4 tahun, dia pernah nemenin gue lagi retreat. Dan tiba-tiba dia nangis gejer dan langsung peluk mamanya. Setelah ditanya ternyata dia nangs karena rasain kasih Tuhan,” tulis Radit. 

Radit kemudian sadar apabila Zera adalah anak yang memiliki karunia untuk bisa sangat sensitif dalam merasa. Dengan begitu Zera juga bisa sensitif dalam merasa kesal. Radit lantas belajar lebih lagi untuk bisa mengenali setiap orang dengan sabar, kasih dan bijaksana. 

“Setiap kelemahan orang ternyata juga bisa menceritakan kekuatannya. Kalo kita kutuki kelemahannya, bisa jadi kita juga sedang mengutuki kekuatannya yang tersembunyi,” tulis Radit. 

Untuk diketahui Radit dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (6/5/2021) petang. Sebelumnya, Radit, Joanna dan anak-anaknya sempat dinyatakan terinfeksi Covid-19 dan mendapatkan perawatan di Wisma Atlet,Kemayoran. 

Ketika Joanna, anak dan orang tua nya telah dinyatakan negatif, Radit masih harus mendapatkan perawatan. Sampai akhirnya kondisi menurun dan masuk ke Ruang ICU karena alami badai sitokin, setelah sempat dinyatakan negatif Covid-19. 

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli