Netral English Netral Mandarin
15:34wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
BIN Sebut Pelaku Bom di Makassar Diduga Anggota Eks Ormas, EK: Taruhan Yuk Ormas yang Dimaksud Mana?

Senin, 29-Maret-2021 16:00

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Twitter
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadhi menanggapi pernyataan BIN yang menyebut pelaku bom bunuh diri di Makassar anggota eks Ormas di Indonesia.

Eko mengatakan, eks Ormas di Indonesia hanya ada tiga, yaitu PKI, HTI dan FPI. Ia pun mengajak bertaruh eks Ormas mana yang dimaksud BIN.

"Eks Ormas di Indonesia cuma ada tiga. PKI, HTI atau FPI! Taruhan yuk, Ormas yang dimaksud yang mana?," kata Eko dalam akun Twitternya, Senin (29/3/2021).

Sebelumnya, BIN akan terus menyelidiki siapa dalang di balik peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3/2021).

Merujuk pada informasi yang dihimpun BIN, Deputi VII BIN, Wawan Purwanto mengatakan pelaku bom bunuh diri diduga merupakan anggota atau simpatisan dari salah satu bekas ormas di tanah air.

Meski begitu, Wawan enggan merinci ormas mana yang dimaksudnya itu.

"Penangkapan sejumlah pelaku teroris di Makassar yang sebagian merupakan anggota dan simpatisan dari eks ormas tertentu terus didalami," ujar Wawan saat dihubungi, Minggu.

Sampai saat ini, Densus 88 memang terus menangkap jaringan teroris di Sulawesi Selatan. Terakhir ada 19 orang ditangkap dan dibawa ke Jakarta.

Wawan menyebut, pihaknya telah mengetahui akan adanya ratusan jemaah dibaiat oleh ISIS di Sudiang Sulsel sejak 2015 lalu.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati