Netral English Netral Mandarin
03:00wib
Partai Ummat  menyinggung dominansi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam evaluasi tujuh tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo. China kembali menggertak Amerika Serikat setelah Presiden Joe Biden menyatakan bahwa ia akan membela Taiwan jika Negeri Tirai Bambu menyerang.
Bisa Diberikan Sejak Usia Anak 7 Bulan, Vaksin PCV Dapat Diberikan Bersamaan dengan Vaksin Lain

Kamis, 15-Juli-2021 23:59

Ilustrasi suntikan vaksin.
Foto : freepik.com
Ilustrasi suntikan vaksin.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Cissy B. Kartasasmita mengatakan bahwa Pneumococcal Conjugate Vaccine (PVC) untuk mencegah anak terkena pneumonia boleh diberikan bersamaan dengan vaksin lain terutama pada masa pandemi COVID-19 sekarang ini.

"Imunisasi PCV bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain terutama selama pandemi," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, Kamis (15/7/2021).

Cissy menyebutkan, vaksin yang boleh diberikan bersamaan dengan PCV seperti diphteria, tetanus, acellular atau whole cell pertussis, Haemophilus influenza type b, inactivated poliomyelitis, hepatitis B, meningococcal serogroup C, MMR dan varicella serta tt-conjugated meningococcal polysaccharide serogroups A, C, W dan Y.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian imunisasi PCV sejak tahun 2020 sebanyak dua kali pada anak usia 7-12 bulan dengan minimal jarak satu bulan (booster diberikan setelah anak berumur 12 bulan dengan jarak minimal 2 bulan dari dosis sebelumnya).

Pada anak 1-2 tahun, pemberiannya 2 kali dengan jarak 2 bulan. Lalu pada anak berusia 2-5 tahun, PCV10 diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak 2 bulan dan PCV13 sebanyak 1 kali.

Di sisi lain, vaksin PCV ternyata tak hanya bisa membantu mencegah anak terkena pneumonia, tetapi juga penyakit lain seperti meningitis dan radang telinga.

Soal efek samping, menurut Cissy, sama seperti vaksin lain seperti nyeri di tempat suntikan, demam, anak rewel yang mudah hilang dan tidak membutuhkan pengobatan. 

Tetapi, kalaupun orang tua ingin memberikan pengobatan untuk mengatasi efek ini, maka dibolehkan. Demikian seperti dilansir dari Antara.

 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP