• News

  • Bisnis

IMF: Pertumbuhan Ekonomi Global Saat Ini Terpelan Sejak Krisis Keuangan

Ilustrasi IMF
CNN Indonesia
Ilustrasi IMF

WASHINGTON DC, NETRALNEWS.COM - Menurut Dana Moneter Internasional (IMF) ekonomi global sedang tumbuh pada laju yang paling lambat sejak krisis keuangan terakhir.

IMF mengatakan pertumbuhan ekonomi dunia hanya akan mencapai 3% tahun ini, turun dari perkiraan Juli sebesar 3,2%. Ini adalah penurunan tajam dari hanya dua tahun yang lalu.

IMF menyalahkan perlambatan ekonomi dunia pada perang tarif antarnegara, ketidakpastian tentang Brexit, dan krisis geopolitik lainnya.

Badan keuangan dunia itu juga menambahkan ada kebutuhan "mendesak" bagi para pemimpin untuk mengurangi ketegangan.

"Prospek global tetap genting," kata IMF dalam laporan tahunannya, Senin (15/10/2019). "Dengan pertumbuhan 3%, tidak ada ruang untuk [membuat] kesalahan kebijakan."

IMF, yang menurunkan perkiraan ekonomi untuk sebagian besar negara di dunia, memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju akan melambat dari 2,3% pada 2018 menjadi 1,7% tahun ini.

Di AS, di mana dorongan ekonomi dari pemotongan pajak tahun 2017 telah berkurang, IMF memprediksi ekonomi AS melemah dari 2,9% tahun lalu menjadi 2,4% pada 2019.

Sedangkan di Inggris, di mana kekhawatiran terkait Brexit telah menggangu [iklim] investasi, pertumbuhan diperkirakan 1,2% untuk 2019, turun dari 1,4% tahun lalu.

Di Jerman, yang terkena imbas dari penurunan produksi mobil, pertumbuhan diprediksi sebesar 0,5%, turun dari 1,5% pada 2018.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan melambat dari 6,6% menjadi 6,1%. Tiongkok terkena imbas oleh upaya-upaya negara tersebut untuk mengendalikan utang berisiko, dan perang dagang dengan AS, yang menyebabkan IMF mencukur hampir satu persentase poin dari pertumbuhan ekonomi global.

Sejauh ini, IMF mengatakan bank sentral telah berhasil menumpulkan dampak perlambatan dengan alat-alat keuangan seperti suku bunga rendah. Tanpa kebijakan stimulus itu, IMF memperkirakan bahwa tingkat pertumbuhan akan menjadi 0,5 poin persentase lebih rendah tahun ini.

"Dengan bank sentral harus menghabiskan amunisi terbatas untuk mengimbangi kesalahan kebijakan, mereka mungkin memiliki sedikit yang tersisa ketika ekonomi berada di tempat yang lebih sulit," kata IMF.

Sementara itu, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) juga baru-baru ini menurunkan prospek ekonominya, menunjuk pada perang perdagangan antara AS dan Tiongkok, Brexit, dan faktor-faktor lainnya.

IMF juga mengatakan ekonomi global dapat tumbuh lebih cepat pada tahun 2020, yaitu sebesar 3,4%. Namun, IMF memperingatkan tentang risiko "condong ke downside", mencatat bahwa kenaikan pertumbuhan ekonomi global tergantung pada perbaikan ekonomi di India, serta beberapa ekonomi saat ini sedang dalam tekanan yang parah, seperti Argentina, Turki dan Iran.

"Kebijakan salah langkah pada saat ini, seperti Brexit tanpa kesepakatan atau pendalaman sengketa perdagangan AS-Tiongkok lebih lanjut, dapat sangat merusak sentimen, pertumbuhan, dan penciptaan lapangan kerja," kata IMF. "Prioritas utama, dalam banyak kasus, adalah untuk menghapus ketidakpastian yang disebabkan oleh kebijakan atau ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi."

Reporter : Turkhan Akhyar
Editor : Sesmawati