• News

  • Bisnis

Kembali Rugikan Nasabah, Direksi Bank DKI Harus Diganti

 Kembali rugikan nasabah, direksi Bank DKI harus diganti.
Jakarta Review
Kembali rugikan nasabah, direksi Bank DKI harus diganti.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Bank DKI kembali menuai kritikan. Setelah kasus pembobolan Bank DKI oleh oknum Satpol PP, kini pelayanan buruk kembali terjadi. Anggota Dewan mengeluhkan pelayanan Bank DKI setelah menemukan saldo di ATM nya kosong.

Ketua Komisi A DPRD DKI, Mujiono mengaku kaget setelah mengecek saldo di kartu ATM Bank DKI, dimana saat itu saldonya Rp 0 Rupiah. Padahal dirinya mengaku jika terakhir pengambilan saldo masih tersisa Rp 300.000 rupiah.

"Aneh, saldo saya terakhir Rp 300 ribu, tapi ketika saya cek lagi kok tinggal nol (Rp 0)," kata anggota Fraksi Demokrat ini, Senin (2/12/2019).

Atas buruknya layanan tersebut, dirinya pun meminta agar Pemprov DKI merombak total direksi Bank DKI. Menurutnya dua kejadian merupakan kejadian yang luar biasa. Ia menyebut ada beberapa yang harus disoroti dalam pengelolaan bank DKI.

"Pertama soal sistem, kedua soal pengawasan, kan gitu. Ketiga ya rasa tanggung jawab, rasa memiliki terhadap aset yang dia kelola," ujar Mujiono.

Selain itu, kejadian ini disebutnya bisa berpengaruh pada kepercayaan nasabah pada Bank plat merah itu. Jika saldonya mudah dibobol, nasabah akan ragu untuk menabung di bank DKI.

"Dampaknya pasti akan ke sana (nasabah). Dampaknya besar, makanya komisi B lah yang membidangi. Nanti kita minta orang" di fraksi yang ditugaskan di komisi B untuk bisa memanggil," pungkasnya.

Menurutnya, sistem perbankan di Bank DKI harusnya bisa mencatat transaksi di Bank DKI, baik pengisian uang maupun jumlah uang yang ditarik dari rekening nasabah. Kalaupun ada masalah dalam pencatatan, harusnya itu pun bisa segera diketahui.

"Kalau rekening nasabah tidak berkurang, pasti langsung ketahuan enggak sampai dua hari. Jika sudah lama begini baru ketahuan harus dipertanyakan sistemnya," tutur dia.

Selain itu, ia juga mempertanyakan audit berkala terkait sistem IT yang dimiliki oleh Bank DKI. Audit ini bisa dilakukan untuk memastikan bahwa hacker tidak bisa meretas sistem yang dimiliki oleh DKI.

"Dengan kejadian ini malah jadi pertanyaan kan? Kok bisa? Harusnya ada ujicoba yang terus melekat dan memastikan hacker tidak bisa menembus sistem keamanan
Bank DKI," jelas dia.

Mujiono juga mengingatkan agar Bank DKI tidak menganggap kasus ini sepele. Kejadian yang sudah terjadi mengindikasikan ada ketidakberesan dalam sistem keamanan dan keuangan di Bank DKI.

Reporter : Wahyu Praditya Purnomo
Editor : Sulha Handayani