• News

  • Bisnis

BEI Enggan Ungkap Hasil Rapat dengan DPR soal Kasus Jiwasraya dan Kinerja Pasar Modal

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.
Twitter @IDX_BEI
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia.

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memenuhi undangan Komisi XI DPR RI dalam rapat dengar pendapat umum terkait evaluasi kinerja pasar modal dan permasalahan Jiwasraya. Sayangnya, Direktur BEI yang menghadiri rapat tersebut enggan mengungkapkan hasil rapat yang digelar tertutup ini.

"Ini rapat dengar pendapat, pertanyaannya umum dari A sampai Z. Saya tidak berhak untuk mengungkapkan di depan publik," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Untuk diketahui, Direksi BEI hadir bersama perwakilan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) pada rapat di Komisi XI tersebut. "Kami menyampaikan keterangan, data, pendapat, opini," ujar Laksono.

Sementara itu, terkait tudingan bahwa OJK dan BEI lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas dalam kegiatan penambahan perusahaan tercatat di bursa, Laksono menuturkan bahwa antara keduanya harus seimbang.

"Kami harus mem-balance antara jumlah dan juga kualitas. Itu yang kita usahakan selalu tercapai karena memang tidak semua IPO itu bisa IPO yang besar, tapi kami juga harus akomodasi pihak-pihak yang mau IPO, dalam hal ini usaha kecil dan menengah," kata Laksono, seperti dilansir Antara.

Di bursa sendiri saat ini sudah tersedia papan akselerasi, selain papan pengembangan dan papan utama, yang disediakan untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan-perusahaan kecil dan menengah untuk masuk ke pasar modal.

Sementara itu, untuk membantu dan melindungi para investor, BEI sudah memiliki sejumlah aturan seperti pemberlakuan suspensi kepada emiten yang tidak taat aturan atau pergerakan sahamnya signifikan, serta pemberian notasi khusus agar investor lebih waspada.

"Jadi sebenarnya kami punya rambu-rambu apabila diikuti dengan baik mestinya cukup memberikan 'guidance' bagi para investor untuk memilih saham-saham yang ada," imbuhnya.

Editor : Irawan.H.P