• News

  • Bisnis

Penumpang Diminta Ratusan Ribu untuk Sewa Kamar Mandi Kapal, Begini Tanggapan PT Pelni

Armada kapal PT Pelni, KM Bukit Siguntang.
Twitter PT Pelni
Armada kapal PT Pelni, KM Bukit Siguntang.

NUNUKAN, NETRALNEWS.COM - PT Pelni Cabang Nunukan menanggapi keluhan soal biaya sewa kamar tidur dan kamar mandi di armada milik PT Pelni rute Nunukan, Kalimantan Utara. Seorang penumpang KM Lambelu bernama Hasbi mengaku dimintai pembayaran Rp100.000 oleh oknum nakhoda kapal untuk memakai kamar mandi.

Menurutnya, ia menempati salah satu kamar di deck 6 KM Lambelu dalam pelayaran dari Pelabuhan Nusantara Parepare Sulsel menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan.
Saat berada di kamar tersebut, kamar mandi di kamar yang ditempatinya tak bisa digunakan karena dikunci. Setelah melapor, ia malah diminta membayar biaya sewa.

Bukan hanya Hasbi yang mengalami kejadian tersebut. Kasmawati, warga Jalan TVRI Nunukan mengaku, saat menggunakan jasa pelayaran KM Bukit Siguntang baru-baru ini harus membayar apabila hendak menggunakan kamar mandi dalam kamar tidur yang ditempatinya.

Tak tanggung-tanggung, ia harus membayar biaya tambahan sewa kamar dengan kamar mandi sebesar Rp350.000 untuk satu kali pelayaran. Alasan oknum nakhoda, pembayaran itu untuk biaya kebersihan dan perawatan. "Saya bayar sewa kamar mandi dan kamar tidur itu daripada repot-repot ke kamar mandi di deck," jelasnya, Kamis (16/1/2020).

Lebih parah lagi, ia mengaku pernah bayar Rp2,5 juta untuk sewa kamar tidur saat menumpang kapal Pelni ke Parepare di Sulawesi Selatan pada saat arus mudik tahun lalu.

Terkait hal itu, General Manager PT Pelni Cabang Nunukan, Alex menegaskan bahwa pihaknya belum mendapatkan laporan adanya sewa menyewa kamar tidur dan kamar mandi di armada KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang.

Namun, ia berharap masyarakat atau penumpang yang menemukan adanya tindakan semacam itu agar segera melaporkan kepadanya untuk ditindaklanjutinya secepatnya.

"Kalau memang ada sewa menyewa kamar mandi atau kamar tidur di KM Lambelu atau KM Bukit Siguntang supaya dilaporkan dengan bukti-buktinya," kata Alex, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, PT Pelni tegas melarang adanya oknum-oknum awak kapal milik pemerintah ini menyewakan kamar tidur atau kamar mandi kepada penumpang.

Alex tegaskan, tidak dibenarkan nakhoda atau pihak ketiga yang menyewakan kamar mandi atau kamar tidur kepada penumpang.

"Itu jelas pelanggaran berat kalau ada pihak yang menyewakan kamar mandi atau kamar tidur," imbuhnya.

Editor : Irawan.H.P